RAGAM

Awas Bahaya!!! Sampah Medis Kota Soe di Buang Bebas

SOE, Kilastimor.com-Sampah Medis dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) NTT, diduga dibuang bebas tanpa dihancurkan terlebih duluan. Hal ini terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nonohonis.
Pantauan Wartawan di TPA Nonohonis, Selasa(12/1) botol bekas cairan infus, jarum, suntik,kain kasa dan kapas berserakan di tumpukan sampah dibagian barat TPA, dan sementara di kelilingi delapan ekor sapi yang sementara makan sampah.
Salah satu Warga yang berhasil ditemui wartawan namun enggan namanya di korankan mengatakan bahwa selama ini sampah medis sering dibuang bebas oleh mobil sampah maupun mobil dari RSUD Soe, sehingga kerap menimbulkan bau obat.

Ilustrasi Sampah Medis

Ilustrasi Sampah Medis

“Memang selama ini, sampah medis berupa bekas botol infus, jarum suntik, kain dan kapas mereka buang begitu saja, tidak di olah atau dihancurkan, sehingga bersebaran di lokasi TPA,” katanya

Menurut dia seharusnya, sampah medis sebelum dibuang ke TPA, dihancurkan terlebih dahulu. Tapi kenyataan itu tidak demikian, sehingga menimbulkan bau obat dan selain itu sisa cairan itu mencemari lingkungan.
“Ini sebenarnya harus dihancurkan tapi berapa tahun terakhir sampah medis ini dibuang bebas di TPA, tapi sebagai warga tidak bisa memprotes. Bersyukur kalau nanti di publikasikan media kemudian pemerintah tahu bisa mengupayakan bagaimana membuang sampah medis ditempat yang khusus agar tidak seperti saat ini, karena sisa medis sangat membahayakan,” jelasnya.

Baca Juga :   DPRD Malaka Gelar Sidang I. Bupati: Sekda dan OPD Siapkan Bahan

Dia mengaku bahwa selama ini sampah medis terkadang dibakar dengan sampah lain dalam TPA, sehingga mengurangi dampak negatifnya.
“Mudah-mudahan dengan berita, semoga pemerintah memperhatikan, karena ini membahayakan lingkungan dan khusus ternak seringan masuk makan sampah sebelum dibakar oleh petugas,” ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD TTS, Uksam Selan dimintai komentarnya mengatakan prilaku membuang sampah medis di TPA tanpa dihancurkan terlebih dahulu sangat tidak baik, karena dapat membahayakan manusia yang bersentuhan langsung, kemudian ternak yang sering menjadikan TPA sebagai tempat makan dan juga mencemari lingkungan.
“Ini seharusnya tidak boleh karena itu membahayakan sebab sesuai standar medis mengatur jelas sampah medis semsetinya dihancur baru dibakar atau dibuang, bukan langsung dibuang begitu saja,”katanya.

Dia menjelaskan, banyak keluhan dari masyarakat terhadap Dinas Kesehatan dan RSUD SoE. Komisi IV akan melakukan sidak mendadak dalam waktu dekat ini. “Terima kasih atas informasi ini, sebagai salah satu poin yang nanti menjadi atensi kita juga untuk melakukan sidak dan mempertanyakan ke dinas maupun RSUD,” bilangnya tanpa menjelaskan kapan rencana sidak.

Sementara Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, membantah membuang sampah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Nononis, sebelum di hancurkan dan dilakukan pembakaran.

Direktur BLUD RSUD Soe, dr R.A. Karolin Tahun, dihadapan Wakil Ketua Komisi IV Marthen Tualaka, Sekretaris Komisi IV Relygius Usfunan, bersama Anggota Komisi, Lens Liufeto, Hendrik Babys, dan Robi Faot, saat melakukan kunjungan kerja, Rabu (13/1) membantah pembuangan sampah medis di TPA secara bebas. “Kami disini, tidak biasa membuang sampah bebas sebelum di melakukan penghancuran dan pembakaran atau Insinerator ,” katanya.
Menurut dr. Ria Tahun selama ini RSUD Soe, membuang sampah medis seminggu sekali pada hari kamis, namun terlebih dahulu dilakukan penghancuran di tempat penghancur sampah medis.

Baca Juga :   SMAN Harekakae Harus jadi Sekolah Unggulan. Bupati: Saya Kasih Waktu Satu Bulan untuk Benahi. Jika tidak Kasek dan Guru Dicopot

“Kami ada tempat pengelolah sampah medis, jadi sebelum membuang dihancurkan terlebih duluan,”kilahnya.
Dia menambahkan sebelum sampah medis dibuang dilakukan penghancuran terlebih dahulu dan memakan biaya bahan bakar sebanyak RP 200.000 dan itu dipastikan sampah benar-benar hancur.

Kepala Tata Usaha BLUD RSUD Ricardus Serang menambahkan selama ini sampah medis tidak dibuang sembarang sebelum di hancukan dengan mesin penghancur sampah medis.
“Kami pastikan sampah medis RSUD telah melalui proses yang prosedural yang dilakukan penghancuran dan itu sudah berlangsung lama. Mesin penghancur kita masih bagus dan selama ini dilakukan penghancuran, ” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV Lens Liufeto mengatakan bahwa Pihak BLUD RSUD untuk membangun koordinasi terkait sampah medis yang berserakan bebas di TPA.
“Kita harap nanti ada koordinasi bersama BLHD dan Dinas Kesehatan untuk mengawasi, karena itu sangat membahayakan lingkungkan dan dapat menyebarkan penyakit, berupa penyakit menular,” pungkasnya. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top