HUKUM & KRIMINAL

Beri Efek Jerah, Satgas Pamtas Lagi-lagi Musnahkan Barang Selundupan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Setelah memusnahkan enam unit sepeda motor selundupan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 725/Woroagi, kembali musnahkan sejumlah barang bukti penyelundupan lain yang berhasil digagalkan dalam triwulan pertama bertugas di Perbatasan Kabupaten Belu, Indonesia dan Timor Leste.

Satgas Pamtas RI-RDTL musnakan barang selundupan.

Satgas Pamtas RI-RDTL musnakan barang selundupan.

Kali ini, pasukan pengaman perbatasan itu, memusnahkan barang bukti penyelundupan berupa bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebanyak 230 liter, pupuk kurang lebih 1,2 ton, pakaian beladiri keras sakti 1 koli serta minuman keras. Pemusnahkan itu sendiri dilakukan di Mako Satgas Pamtas, Umanen, Kabupaten Belu, Timor Barat, Senin (04/01/2016) kemarin.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 725/WRG, Mayor Inf. Norman Syahreda dalam keterangan persnya kepada media ini, Selasa (05/01/2016) di Atambua, mengatakan, barang bukti penyelundupan berupa premium, pupuk, pakaian beladiri dan miras diamankan kesatuannya di perbatasan Mota’ain dan Dilumil dalam triwulan pertama bertugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL di wilayah perbatasan Kabupaten Belu.

Pemusnahan barang bukti ilegal dilakukan dengan cara membakar. Hal itu dimaksudkan agar memberikan efek jerah warga yang melakukan aksi penyelundupan, sehingga kedepan warga sadar dan tidak melakukan lagi, tindakan penyelundupan ke negara tetangga.

Untuk diketahui, sebelumnya telah diberitakan, Satgas Yonif 725/WRG telah memusnahkan barang bukti penyelundupan berupa 6 unit sepeda motor diantaranya 1 unit motor Yamaha R 15, 4 unit Yamaha Vixion dan 1 unit Honda Beat. Barang bukti penyelundupan tersebut diduga akan diselundupkan ke negara tetangga Timor Leste. (yan)

Baca Juga :   Pengurus Pramuka Kencana NTT Dilantik dan Dikukuhkan. Mau Kuru: Pertumbuhan Penduduk di NTT Masih Tinggi
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top