EKONOMI

Desa di Malaka Harus Alokasikan Rp 200 Juta untuk Penerangan

BETUN, Kilastimor.com-Setiap desa di Malaka harus mengalokasikan anggaran Dana Desa sebesar Rp 200 juta untuk memenuhi kebutuhan warga yang belum menikmati sarana penerangan. Dana itu bisa digunakan untuk mengadakan Listrik Tenaga Surya bagi setiap KK yang membutuhkan penerangan, jika di desa itu belum dialiri listrik oleh PLN.
Dana itu harus dimasukkan dalam APBDes 2016, supaya bisa direalisasi tahun ini.
Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere menjawab pertanyaan warga Biudukfoho terkait ketersediaan energi listrik di berbagai desa, Sabtu (16/1).

Listrik Tenaga Surya

Listrik Tenaga Surya

Persoalan Listrik melalui PLN merupakan persoalan nasional dan hingga saat ini PLN belum mampu menyediakan energi listrik yang memadai, guna memenuhi kepentingan masyarakat. Di NTT, hingga 25 tahun kedepan energi listrik tetap menjadi persoalan untuk diatasi. “Kita baru bisa terbantu bila listrik di Aufuik, Kabupaten Belu dapat beroperasi dan normal. Namun kita belum tahu kapan itu bisa terwujud. Solusinya kita harus ambil langkah untuk mengadakan sendiri kebutuhan akan penerangan listrik,” paparnya.

“Saya minta kepada semua desa yang belum dialiri jaringan listrik, supaya setiap tahun mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta guna mengadakan listrik tenaga surya, agar memebuhi kebutuhan akan penerangan listrik. Ini hukumnya wajib bagi semua desa yang belum dialiri aliran listrik dari PLN,” tegasnya.

“Kita inginkan supaya semua warga Malaka menikmati penerangan untuk kepantingan kelyarganya masing-masing. Setiap tahun setiap desa harus menganggarkan minimal Rp.200 juta dari ADD untuk memebuhi kebutuhan masyarakat akan penerangan. Kita mau supaya masalah penerangan itu tuntas dan tidak jadi keluhan warga setiap tahun dengan materi keluhan yang sama,” tandasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top