HUKUM & KRIMINAL

Diduga Terlibat Aborsi, Komisi IV Desak Pemkot Cabut Izin Praktik Bidan Dewi

KUPANG, Kilastimor.com-Komisi IV DPRD Kota Kupang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk mencabut izin praktik bidan Hj. Dewi Bahren di Kelurahan Pasir Panjang, yang diduga melakukan praktik aborsi. Selain itu, jika bidan Dewi seorang aparatur sipil negara (ASN), maka harus dipecat tidak dengan hormat.

Livingstone Ratu Kadja

Livingstone Ratu Kadja

Demikian penegasan Ketua Komisi IV, Livingston Ratukadja dan kalangan anggota Komisi IV saat turun langsung memantau tempat praktik bidan Dewi di Kelurahan Pasir Panjang, Senin (25/1) kemarin.

Turut dalam pemantauan tersebut Wakil Ketua Komisi IV, Mauritz Alexander Kalelena, Sekretaris Komisi IV, Jerry Anton Pingak, dan sejumlah anggota Komisi IV diantaranya, Theodora Ewalde Taek, Ferdinand Pa Padja, Viktor Halengki Haning, Melkianus Asanab, dan Yuvensius Tukung.

Livingston mengatakan, munculnya peristiwa dugaan abosri yang melibatkan petugas kesehatan seperti itu, akibat dari lemahnya pengawasan dan kontrol Pemkot Kupang melalui Dinas Kesehatan. Karena itu, agar kejadian memalukan itu tak lagi terjadi, ke depan harus ada upaya pengawasan berjenjang dari pemerintah baik oleh Dinkes maupun Puskesmas yang membawahi tempat-tempat praktik di masing-masing wilayah.

Selain itu, peran kelurahan siaga harus dihidupkan, sehingga seluruh stakeholders kelurahan siaga seperti RT, RW, kader Posyandu, dan Dasawisma dapat berperan aktif melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan di lingkungannya masing-masing.

Baca Juga :   Balthasar: Saya Tidak Bunuh Ponakan Hilarius Luan

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top