RAGAM

Dikerjakan Asal-asalan, Beberapa Bagian Pelabuhan Atapupu Baru Rusak

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pelabuhan Atapupu, Belu, NTT, baru saja selesai dikerjakan. Namun pada beberapa bagian pelabuhan tersebut nampak mengalami kerusakan.

Pantauan media ini, Rabu (26/01/2016) lalu, proyek lanjutan pembangunan Pelabuhan Atapupu itu dikerjakan oleh PT. Sumber Bangun Sentosa dengan nilai kontak mencapai Rp15,273 miliar pada TA 2015 lalu.

Pelabuhan Atapupu baru mulai rusak.

Pelabuhan Atapupu baru mulai rusak.

Kondisi pelabuhan Atapupu pada bagian depan pagar masuk lokasi pelabuhan itu nampak beberapa bagian campuran semen yang menahan paving blok telah terlepas dan hancur. Adapun pada bagian jalan masuk menuju ke pelabuhan nampak cor betonnya sudah mulai mengelupas akibat hantaman air laut dan banyak material sisa cor yang masih berserakan disekitar lokasi proyek tersebut.

Pada nama papan proyek lanjutan pembangunan pelabuhan laut Atapupu tertulis nomor kontrak: PL 106/05/56/KUPP.2015 dengan tanggal kontrak 10 Juli 2015. Kontraktor pelaksana PT. Sumber Bangun Sentosa dengan konsultan pengawas PT. Gakesa Konsulindo.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Atapupu, Desmond Meno yang dihubungi media di Atapupu mengemukakan, dirinya belum mengetahui secara detail terkait proyek pembangunan pelabuhan Atapupu, sebab dirinya baru menjabat sebagai kepala kantor pada 5 Januari 2016 lalu.

“Saya tidak tahu pasti proyeknya, karena saya baru menjabat Kepala baru dan dilantik pada 5 Januari. Besok ini baru sertijab dengan pejabat lama,” ujar Meno.

Dikatakan, terkait pekerjaan proyek itu sendiri telah selesai kerjakan dan itu pekerjaannya secara bertahap. Untuk pekerjaan lanjutan perlu diusulkan anggaran baru, apabila disetujui anggarannya maka pekerjaannya baru bisa dilanjutkan.
“Nanti setelah sertijab pejabat yang lama, nanti bisa wawancara dengan pak Usman,” saran Meno.

Baca Juga :   Jefri: Perpustakaan jadi Basis Ilmu Masyarakat

Ansel salah satu stafnya, proyek pembangunan Pelabuhan Atapupu mengemukakan, pelabuhan tersebut dikerjakan secara bertahap sejak tahun 2014 dan diselesaikan pada 2015 dengan nilai kontrak mencapai Rp15 miliar. Masa pemeliharaan pelabuhan Atapupu selama 6 bulan.

Dituturkan, pejabat pembuat komitmen (PPK) yang menangani pelaksanaan proyek itu langsung ditunjuk dari pusat atas nama Robert.
Ansel juga membantah jika telah ada staf UPP Atapupu yang dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Atambua terkait pelaksanaan proyek pelabuhan Atapupu. “Itu hanya isu, karena belum benar kalau ada staf yang telah dipanggil untuk diperiksa,” bantah Ansel. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top