HUKUM & KRIMINAL

Enam Unit Sepeda Motor Dibakar Satgas Pamtas RI-RDTL

ATAMBUA, Kilastimor.com-Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 725/WRG musnahkan enam unit kendaraan sepeda motor selundupan yang digagalkan, dalam triwulan pertama bertugas di daerah perbatasan. Adapun barang bukti penyelundupan tersebut antara lain satu unit sepeda motor Yamaha R 15, empat unit Yamaha Vixion dan satu unit Honda Beat.

Inilah enam unit sepeda motor yang dihanguskan pihak Satgas Pamtas RI-RDTL.

Inilah enam unit sepeda motor yang dihanguskan pihak Satgas Pamtas RI-RDTL.

Pemusnahan diawali dengan digelarnya upacara pemusnahan, selanjutnya barang bukti dibakar secara simbolis oleh Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 725/WRG Mayor Inf, Norman Syahreda bersama Perwakilan Polres Belu disaksikan jajaran Perwira Satgas dan Satlantas di Mako Umanen, Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Jumat (01/01/2016).

Dansatgas Mayor Inf. Nurman Syahreda mengatakan, kegiatan sore ini merupakan pemusnahan barang bukti 6 unit motor hasil pengagalan penyeludupan triwulan pertama melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL di daerah perbatasan Kabupaten Belu.

Dijelaskan, acara pemusnahan barang bukti penyelundupan diselenggarakan dengan tujuan agar dijadikan suatu tolak ukur, dan efek jerah bagi siapapun yang lakukan penyelundupan ke Timor Leste.

“Hari ini ada 6 motor teridir dari 1 unit motor Yamaha R15, 4 unit Yamaha Vixion dan 1 unit Honda Beat yang kita gagalkan di perbatasan Mota’ain dan Silawan,” ujar Nurman.

“Pemusnahan barang bukti ini sesuai perintah dari Pangdam IX/Udayana ketika mendampingi Presiden Indonesia di Mota’ainu beberapa waktu lalu,” tambah dia.

Nurman menuturkan, mudahan-mudahan dengan melakukan kegiatan pemusnahan ini bisa menghasilkan efek jerah bagi segelintir orang yang melakukan kegiatan penyeludupan karena itu beresiko dan tidak melakukan lagi dimasa yang akan datang.

“Sehingga kedaulatan negara bisa kita tegakan, dan masyarakat bisa paham apabila kita biarkan pelanggaran hukum dapat berdampak pada masyarakat. Melalui cara ini bisa dapat mengurangi tingkatan aksi penyelundupan kendaraan,” ucap dia.

Ditegaskan, selain menjaga wilayah perbatasan pihaknya akan tetap fokus dengan penyelundupan. Walapun pelaku penyelundupan tidak kita dapat, tapi barang buktinya tetap kita kita musnahkan. “Kedepannya kami berharap Satgas Yonif 725/Woroagi bisa laksanakan tugas dengan baik di wilayah perbatasan, dan dapat berintegrasi dengan pihak-pihak lintas sektor batas sehingga pelaksanaan tugas semakin lebih baik lagi,” pungkas Nurman. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top