HUKUM & KRIMINAL

Gelar Operasi, Kodim 1605 Belu Amankan 3,7 Ton Mitan Illegal

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sebanyak 3.785 liter atau 3,7 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (Mitan) berhasil diamankan aparat unit intel Kodim 1605/Belu di derah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
Bahan bakar Mitan illegal itu diamankan saat operasi yang digelar selama empat hari. Diduga sejumlah Mitan tersebut akan diselundupkan oleh warga ke negara tetangga Timor Leste, melalui jalan tikus atau jalur illegal.

Inilah barang bukti Mitan yang diamakan pihak Kodim 1605 Belu.

Inilah barang bukti Mitan yang diamakan pihak Kodim 1605 Belu.

Adapun rincian data yang dirilis dari hasil operasi, 15 Januari di Desa Silawan, aparat Kodim berhasil diamankan 27 jerigen Mitan berukuran 25 liter dengan total mencapai 675 liter atau 0,675 ton, yang diangkut menggunakan mobil angkutan pedesaan Sinar Rahmat.

Pada 14 Januari, jajaran Kodim juga berhasil mengamankan mitan sebanyak 66 jerigen berukuran 5 liter, dengan total mencapai 330 liter, sementara 13 Januari berhasil diamankan sebanyak 1,4 ton dan 11 Januari berhasil diamankan 1,5 ton.
Mitan yang diamankan dari Desa Silawan kebanyakan dikemas dalam jerigen ukuran 5 liter dan juga ada yang ditimbun serta ditampung pada drum di beberapa titik yang berbeda.

Informasi yang berhasil dihimpun Mitan ukuran 1 drum berisi 200 liter dijual ke negara Timor Leste seharga Rp 1.500.000. Sementara harga yang berlaku di Atambua per drum senilai Rp 800.000/drum sehingga ada keuntungan sekira Rp 700.000.
Diduga kuat ada keterlibatan oknum aparat dalam upaya penyelundupan itu, dimana sekian liter mitan yang berhasil diselundupkan ada setoran yang diterima oknum aparat, sehingga aksi illegal itu terus berlangsung.

Baca Juga :   Kementan Bakal Bantu Pengembangan Pertanian di Malaka

Dandim 1605 Belu, Letkol Inf. Moch Nanang Nazmudin saat dihubungi media, Jumat (15/01/2016) membenarkan adanya penggagalan upaya penyelundupan bahan bakar minyak jenis mitan oleh aparat Kodim 1605 Belu, dalam operasi yang dilakukan selama empat hari terakhir.

Lanjut Nanang, rencananya seluruh barang bukti Mitan yang berhasil disita dan diamankan dalam operasi tersebut akan dimusnakan. “Sesuai dengan instruksi dari pusat, semua barang bukti akan dimusnah dengan cara dihanguskan seperti yang telah dilakukan Satgas Pamtas RI-RDTL beberapa waktu lalu,” tegas dia.

Dikatakan, dari hasil operasi yang sudah dilakukan pihaknya akan melakukan pendalaman hingga ke jaringan-jaringan lain baik pelaku penimbunan atau penyelundupan yang terlibat.

“Kita akan terus galakkan operasinya, biar masyaraka kapok dan sadar tidak lagi berani melakukan upaya penyelundupan di wilayah perbatasan,” ucap Nanang. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top