RAGAM

Hati-hati Buaya Berkeliaran. Dua Warga Desa Naas Nyaris Dimangsa

BETUN, Kilastimor.om-Dua warga desa Naas-Kecamatan Malaka Barat, Avip dan Ulu Nana nyaris dimangsa buaya di wilayah persawahan Desa Naas-Maktihan, Malaka Barat, Kamis (28/1). Buaya berukuran panjang hingga tiga meteran itu lagi menunggu mangsa dan bersembunyi menyusuri saluran air tersier yang biasanya dilewati masyarakat saat bepergian ke sawah. Untung saja kepala dan badan buaya kelihatan diluar dan ketahuan kedua warga itu sehingga peristiwa naas itu dapat terhindarkan.

Buaya

Buaya

Avip, petani asal desa Naas kepada media ini mengatakan pagi tadi sekitar pukul 6,30 WITA dirinya bersama Ulu Nana saudara sepupunya hendak ke sawah menyusuri persawahan. “Biasanya tiap pagi kami berkendaraan sepeda motor namun pagi ini kami memilih berjalan melalui jalan potong supaya cepat. Kami berdua ketika menyusuri pematang dan aliran air ternyata disana sudah ada buaya yang siap menerkam mangsanya. Karena sudah mengetahui keberadaan buaya kami beruda terpaksa mengurungkan niat melanjutkan perjalanan menuju sawah dan memilih kembali ke rumah”

Akeu Lonjin, Warga desa Besikama-Kecamatan Malaka Barat yang lokasi sawahnya berdekatan dengan tempat ditemukan buaya itu mengatakan bahwa buaya itu sudah terlihat berada ditempat itu dari satu tahun lalu. Setahun lalu buaya itu masih kecil dan panjangnya satu meteran dan suka bermain didalam sawah dan pinggiran saluran air. Kalau masih kecil, warga sering melihat buaya itu berkeliaran tetapi tidak mengganggu masyarakat. “Kita tidak tahu karena buaya itu semakin besar saat ini dan kita tidak yakin bisa bersahabat dengan masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :   Taolin Kuatkan Basis Dukungan

“Daerah persawahan di wilayah Maktihan Dan Naas terlihat sangat potensial untuk perkembang biakan buaya. Biasanya mereka tinggal dan berkembang di rerumputan tinggi dan mereka biasa mereka bersarang dan berkembang biak disitu. Kita berharap pemerintah bisa mengambil langkah untuk mengatasi populasi buaya yang tidak terkendali, sehingga tidak mengganggu petani saat melakukan aktifitas di wilayah persawahan,” tandasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top