HUKUM & KRIMINAL

Kasus Dana Pilkada TTS, Kejari Bakal Tetapkan Tersangka Tambahan

SOE, Kilastimor.com-Kejaksaan Negeri Soe, kabupaten TTS, dalam waktu dekat ini akan menetapkan tiga orang tersangka tambahan, dalam kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan pemilihan kepala Daerah dan wakil kepala Daerah Kabupaten TTS tahun 2014-2019. Pernyataan itu disampaikan Kejari TTS Oscar Douglas Riwu, pada Selasa (12/1) diruang kerjanya.

Oscar

Oscar Doulas Riwu

Penetapan tersangka tambahan tersebut kata Oscar, setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta adanya bukti permulaan yang cukup sehingga pada akhirnya penyidik menyimpulkan perlunya penambahan tersangka mengikuti jejak Soleman Kabu dan Adel Bana, yang dikini tengah menjalani masa tahanan dalam kasus yang sama.
“Dalam waktu dekat ini kita akan tetapkan tersangka tambahan sebanyak tiga (3) orang,” jelas Oscar Riwu.

Menurut Kejari Oscar, berdasarkan hasil gelar perkara, terdapat peran lain selain Soleman Kabu dan Adel Bana yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara sebesar 1,8 Miliar perdasarkan hasil perhitungan BPKP.
“Sesuai hasil perhitungan BPKP, negara dirugikan sebanyak 1,8 Miliar. Kerugian tersebut tidak hanya dilakukan oleh dua orang tersangka yang sudah kita tahan (Soleman Kabu dan Adel Bana) tetapi ada tiga (3) lagi di KPU TTS yang juga menikmati uang tersebut,” jelas Oscar.

Kejari Oscar belum mau menyebutkan siapa nama ketiga orang calon tersangka yang akan dinaikan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Oscar berjanji dalam waktu dekat ini nama dan status dari ketiganya akan disampaikan ke publik.
“Nanti saja, kita akan sampaikan, yang jelas dalam waktu dekat ini,” janji Kejari asal Pulau Sabu ini.

Baca Juga :   Menteri PUPR Tinjau Pembangunan 285 Unit Rumah Khusus di Belu

Untuk diketahui, sebelumnya Kejari SoE telah menahan dua tersangka dugaan korupsi dana penyelenggaraan Pilkada TTS tahun 2013 yang lalu masing-masing Soleman Kabu dan Adel Bana.
Penyidikan mulai fokus pada proyek pengadaan yang diduga fiktif. Proyek pengadaan yang diduha fiktif tersebut yaitu pengadaan formulir senilai 172 juta dan proyek pengadaan buku-buku petunjuk Pilkada senilai 170 juta rupiah.

Awalnya dugaan penyidik melakukan penyelidikan terhadap dua item proyek yang diduga merupakan proyek fiktif tersebut. Namun dalam perkembangannya, penyidik menemukan ada sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan dana Pilkada yang keseluruhan berjumlah 17,5 Miliar tersebut. Dan penyidik telah menetapkan tersangka dua tersangka.
Kini, setelah perkembangan penyelidikan ditemukan adanya peran dari tiga (3) orang calon tersangka yang dalam waktu dekat ini akan ditetapkan menjadi tersangka karena Jaksa telah mengantongi alat bukti yang cukup untuk dua item proyek tersebut berdasarkan pengakuan PPK (Panita Pemilihan Kecamatan) bahwa mereka tidak menerima buku-buku petunjuk Pilkada.

Berikutnya adalah rekanan (CV) yang menjadi pemenang tender dalam 2 item proyek tersebut ketika memberikan keterangan didepan penyidik mengaku mereka tidak pernah mengikuti tender dan tidak mengetahui bahwa nama CV. mereka keluarkan sebagai pemegang tender. Dan juga bahkan tandatangan mereka ditiru. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top