RAGAM

Kisruh SDI Oenaek Terfasilitasi, KBM Kembali Normal

BETUN, Kilastimor.com-Ikhwal penyegelan SDI Oenaek terkuak. Camat Laenmanen, Wihelmus Laka kepada wartawan media ini mengatakan, penyegelan sekolah SDI Oenaek, akibat ketidakpuasan masyarakat terhadap Kepala Sekolah, Yohanes Bau yang secara sepihak memberhentikan guru honorer di sekolah itu.
Tidak saja itu, penyegelan terjadi karena masyarakat juga kecewa karena kepala sekolah menggantikan ketua komite sekolah bersama anggota komite secara sepihak tanpa melalui rapat orang tua murid.

Yohanes Bau

Yohanes Bau

Walau demikian, pihaknya sudah menfasilitasi hal itu, untuk diselesaikan secara bersama. Kadis PKPO Malaka, Aleks Seran juga sudah datang melakukan klarifikasi dan saat ini SDI Oenaek sudah bisa kembali melakukan KBM.

“Saya waktu itu datang ke TKP atas laporan masyarakat dan tetap mencoba menfasilitasi permasalahan yang dihadapi. Kita sudah mengkomunikasikan dengan dinas PKPO sebagai instansi teknis dan mereka sudah datang selesaikan masalah di Oenaek,” bilangnya.

Bila memang belum jelas tambahnya, silahkan konfirmasi dengan kadis PKPO Malaka untuk mendapatkan informasi yang lebih komplit.

Sementara itu, Kapolsek Laenmanen, IPDA Mikhael Mali ketika di konfirmasi wartawan melalui telpon selulernya, Rabu (20/1) mengatakan, aparat Kepolisian sudah menjalankan tugas, terkait demo dan penyegelan SDI Oenaek oleh masyarakat. “Kita hanya melakukan pengamanan. Semua sudah terselesaikan. “Kalau mau tau banyak kronologis kejadian silahkan konfirmasi langsung ke Kapolres Belu karena sudah dilaporkan kesana,” tukasnya.

Baca Juga :   Malaka Peringkat Tiga Tindak Lanjut LHP Inspektorat NTT

Terpisah Kepala SDI Oenaek mengatakan, pihaknya terpaksa memberhentikan lima guru komite, karena ketiadaan anggaran untuk membayar gaji para guru honor tersebut. “Kita ambil keputusan itu karena kita tidak punya dana lebih untuk bayar guru honor komite,” paparnya.

Dia juga mengemukakan, pemberhentian guru komite karena terjadi over kapasitas, dimana pada sekolah itu hanya enam rombongan belajar. Namun guru pada sekolah itu mencapai 15 orang. Dia merincikan, guru PNS sebanyak 8 orang, dan guru tenaga komite dan kontrak provinsi sebanyak tujuh orang. Karena kesulitan uang, kita mengambil sikap untuk memberhentikan sejumlah guru kontrak. “Hal ini sudah kita laporkan ke dinas dan Penjabat Bupati. Saat ini KBM sudah normal,” pungkasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top