EKONOMI

Layani Ketubuhan BBM Masyarakat Belu, SPBU Forte Sesekoe Dioperasikan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Forte di Sesekoe, Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-RDTL resmi beroperasi.

Owner SPBU Sesekoe, Johanes Tanur terlihat menggunting pita, sebagai tanda beroperasinya SPBU tersebut.

Owner SPBU Sesekoe, Johanes Tanur terlihat menggunting pita, sebagai tanda beroperasinya SPBU tersebut.

Peresmian SPBU Forte di jalur menuju Pantura Perbatasan Indonesia-Timor Leste itu ditandai dengan acara pengguntingan pita oleh Direktur PT. Kuda Laut Timor selaku pemilik SPBU, Jonahes Tanur, Sabtu (09/01/2016) yang sebelumnya telah diawali dengan perayaan ibadat oleh Pastor Paroki Fatuketi, Romo Kris Lake,Pr.

Johanes Tanur mengatakan, peresmian SPBU Forte di Sesekoe, bernomor SPBU 5485707. Setelah SPBU ini, pihaknya akan meresmikan juga SPBU Halilulik yang terletak di Tugu Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat. “Untuk SPBU Halilulik yang diresmikan hari ini bernomor 5485708,” ujar Tanur disela-sela kegiatan.

Lanjut owner SPBU Halifehan itu, pertimbangan dirinya membuka usaha SPBU karena melihat peluang bisnis yang menjanjikan dimasa mendatang. Tentunya usahnya ini juga bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan BBM di wilayah perbatasan.

“Produknya lengkap, ada premiun, pertamax dan solar, ada juga non subsidi solar dex. Kapasitas masing-masing produk, Premium 30 ton, Solar 30 ton, Pertamax 15 ton dan Solar Dex 15 ton setiap hari,” sebut dia.

“SPBU kita sudah lengkap, kendaraan luar daerah maupun dari negeri Timor Leste bisa mengisinya. Rencana kita kedepan akan bangun lagi SPBU untuk menjawab kebutuhan konsumen,” sambut Tanur.

Baca Juga :   KPU Belu Gelar Pleno Penetapan Caleg Terpilih Senin Besok

Sementara itu, Minggus bersama beberapa warga setempat lainnya mengatakan, dengan kehadiran SPBU yang baru ini sangat membantu masyarakat dalam wilayah Belu maupun luar daerah, dalam memperoleh bahan bakar minyak.

“Dengan adanya SPBU ini, diharapkan bisa mengurangi kelangkaan BBM. Kedepan bisa dibangun lagi SPBU lain menuju wilayah Lamaknen karena disana ada beberapa kecamatan, sehingga kebutuhan bahan bakar bisa terpenuhi dan terhindar dari kelangkaan,” harap dia.

Untuk diketahui, SPBU Forte dibangun diatas lahan seluas 2.500 meter persegi, dengan kapasitas daya penampungan bahan bakar 90 ton atau 90.000 liter. Jumlah karyawan yang dipekerjakan pada SPBU sebanyak 18 orang yang terdiri 12 orang petugas atau operator nosel, empat orang security dan 2 orang lainnya sebagai pengawas SPBU. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top