HUKUM & KRIMINAL

Lima Guru PNS dan Kontrak Diduga Otak Penyegelan SDI Oenaek

BETUN, Kilastimor.com-Lima oknum guru diduga menjadi otak penyegelan SDI Oenaek, Desa Oenaek, Kecamatan Laen Manen. Mereka yang diduga antara lain, Markus Un (Mantan kasek), Wilhelmina Bubu, Wilhelmina Agatha Month, Linus Adur, Marianus Neno dan Theodorus Manek selaku tenaga kontrak Provinsi NTT.

Yohanes Bau

Yohanes Bau

Mereka diterindikasi menggerakkan 17 warga Oenaek, untuk menduduki dan menyegel SDI Oenaek pada hari Sabtu (16/1). Akibat penyegelan itu, kegiatan KBM lumpuh selama 2 hari, hingga hari senin kemarin.
Hal itu disampaikan Kasek SDI Oenaek, Yohanes Bau kepada wartawan saat melaporkan kejadian itu melalui surat kepada penjabat Bupati Malaka di Betun, Selasa (19/1).

Sebagai pimpinan sekolah paparnya, terpaksa melaporkan masalah ini kepada Penjabat Bupati Malaka, DPRD dan Dinas PKPO Malaka, karena kejadian itu sangat mencederai dunia pendidkan di Malaka. “Kita patut sesalkan aksi penyegelan sekolah itu, karena dimotori guru-guru PNS dan kontrak Provinsi. Mereka diduga memobilisasi masyarakat untuk melakukan penyegelan sekolah tersebut.

“Kita tidak jalankan KBM sejak hari Sabtu hingga hari Senin kemarin, karena kondisi disekolah sangat tidak kondusif. Kita patut sesalkan karena aksi penyegelan itu. Saya juga sudah melaporkan kejadian itu kepada polisi karena aksi penyegelan itu, beserta ancaman kepada kepala sekolah,” sebutnya.

“Ancaman itu berbunyi, kalau kepala sekolah ada maka kami akan bunuh dia, termasuk bapak penjabat bupati datangpun, kami tetap menyegel sekolah ini. Kita juga minta supaya kepala sekolah diganti,” tulisnya menirukan ancaman yang disampaikan para penyegel sekolah.

Baca Juga :   Benarkah Realisasi APBD Kota Kupang Bakal Capai Target? Ini Jawaban Wali Kota

Dia meminta agar masalah ini diselesaikan secara tuntas, supaya tidak terjadi preseden buruk dikemudian hari. Dia juga minta supaya pemerintah melalui dinas PKPO Malaka menelusuri masalah itu. Ini lembaga pendidikan, sehingga bila ada persoalan supaya diselesaikan dengan baik di lingkungan internal sekolah.

Akan tetapi bilangnya, kalau sudah menyangkut aksi penyegelan dan pengancaman, maka biarlah diserahkan kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk menyelesaikannya hingga tuntas,” tandasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top