RAGAM

Mensos Siapkan 100 Ton Beras Rawan Pangan. Tiga Tahun terakhir Pemkab Belu Tidak Serap

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kementerian Sosial RI, setiap tahun mengambil kebijakan antisipasi rawan pangan. Setiap tahun, Kemensos menyiapkan 100 ton untuk mengatasi rawan pangan setiap kabupaten/kota. Jika terjadi rawan pangan akibat gagal tanam dan panen, pemerintah daerah bisa mengintervensi dengan beras rawan pangan.
Kasi Pelayanan Publik Sub Divisi Regional Atambua, Jimmy Markus mengatakan hal itu, saat ditemui media ini, Selasa (19/1).

Logo Bulog

Logo Bulog

Untuk mengantisipasi rawan pangan jelas Markus, dalam setiap tahun ada jatah beras 100 ton. Beras itu disiapkan oleh Kementerian Sosial. “Jika ada rawan pangan akibat gagal tanam dan panen, maka beras itu bisa digunakan,” ujarnya.

Kendati demikian, sudah tiga tahun terakhir, Pemkab Belu belum pernah mengusul proposal permintaan terkait beras rawan pangan. Mungkin dikarena tidak terjadi kerawanan pangan sehingga tidak dimanfaatkan.

Sesuai SOP tambahnya, beras rawan pangan yang diambil pemerintah kabupaten, harus menggunakan proposal ke Divre. “Jika ada rawan pangan dan Pemkab Belu mau ambil bera itu, maka harus ada usulan proposal,” sebut Jimmy, sembari menambahkan, jika tidak dimasukan proposal, maka Bulog berkewenangan untuk menolak.

Apabila kedepan ada permintaan imbuhnya, maka pihaknya menunggu permintaan dari pemerintah daerah, dan pastinya akan dilayani oleh Bulog, apalagi untuk mengatasi kekurangan pangan. “Setiap forum rapat bersama, kita sudah sampaikan agar beras rawan pangan bisa dimanfaatkan Pemkab. Tapi akses dari pemerintah daerah sendiri tidak ada,” sebut Markus. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top