RAGAM

Pengerjaan Proyek Jalan Hotmix TA 2015 di Kota Kupang Baru Mencapai 50 Persen

KUPANG, Kilastimor.com-Pengerjaan proyek jalan dalam wilayah Kota Kupang dengan konstruksi hotmix hingga akhir Januari baru mencapai 50 persen. Masih terdapat sejumlah ruas jalan yang belum dituntaskan tiga perusahaan yang dipercayakan mengerjakan jalan tersebut.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang, Yusuf Made kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (26/1).

Ilustrasi Jalan Hotmix 2

Dia mengatakan, tiga persuhaan masing-masing CV. Cendana, UKB, dan HMN masih diberikan waktu untuk menuntaskan paket pekerjaan yang belum rampung dikerjakan. Ditargetkan, hingga akhir Januari, semua paket pekerjaan jalan dengan konstruksi hotmix sudah selesai dikerjakan.

“Untuk pekerjaan hotmix masih tersisa dua kilometer lebih. CV. Cendana masih kita beri perpanjangan waktu 50 hari. Nanti kalau tidak sanggup tuntaskan baru diblacklist,” tegas Yusuf.
Titik ruas jalan yang belum rampung, rincinya, meliputi ruas jalan di Nunbaund Delh- Nunhila dan Alak- Penkase. Saat ini, rekanan juga sedang mengerjakan hotmix di Jalan Banteng.

Diitanya terkait sinyalemen keterlambatan pekerjaan karena pekerjaan dimonopoli rekanan tertentu saja, Yusuf mengatakan, tidak ada monopoli oleh rekanan tertentu. Apalagi, penentuan pemenang melalui proses lelang online, sehingga semua rekanan boleh ikut, termasuk perusahaan dari luar.

Hanya, CV. Cendana yang merupakan perusahaan dari luar Kota Kupang tidak didukung Aspal Maxing Plant (AMP). Sehingga, pekerjaannya sedikit terhambat.
“Monopoli kecuali satu CV saja yang kerja. Tapi ini ada bagi ke beberapa rekanan. CV. Cendana di Alak, Maulafa, Kota Raja, dan Kota Lama. UKB di Oebobo, dan HMN di Kelapa Lima,” katanya.

Baca Juga :   HUT ke-75 RI, SBS Ajak Masyarakat Malaka untuk Bersama Membangun

Belajar dari pengalaman keterlambatan pekerjaan tahun ini, katanya, soal tidak adanya AMP, ke depan akan menjadi perhatian. Walau di lelang online ada syarat dukungan peralatan, nanti akan dilakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan keberadaan peralatan itu ada di Kupang.
“Tahun ini akan lebih selektif lihat yang punya alat baru dikasih, paling tidak punya AMP di Kupang,” jelasnya.

Yusuf mengakui, untuk pekerjaan jalan dengan konstruksi hotmix tahun ini, akan mencakup semua kecamatan untuk empat paket pekerjaan jalan yang ada. Total ruas jalan yang akan dikerjakan dengan konstrulksi hotmix sepanjang 31 kilometer didukung alokasi anggaran Rp 90 miliar.

Sedangkan untuk pekerjaan jalan dengan konstukri lapisan penetrasi (lapen), akan masuk ke semua kelurahan. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 40 liliar untuk 35 kilometer jalan lapen. “Sampai sekarang sudah 75 kilometer jalan yang ditamgani baik dengan konstruksi lapen dan hotmix,” tandasnya. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top