HUKUM & KRIMINAL

Polisi Amankan 24 Warga Naitimu Pengrusak Rumah dan Motor Milik Koramil. Polisi Buruh Tiga Penggerak Massa

ATAMBUA, Kilastimor.com-Aparat Kepolisian Resor (Polres) Belu bergerak cepat terkait penyerangan dan pengrusakan rumah dan pembakaran kendaraan bermotor. Polisi mengejar tiga oknum warga Desa Naitimu yang menjadi penggerak massa penyerangan.

AKBP Dewa Putu Gede Artha

AKBP Dewa Putu Gede Artha

“Ada empat oknum warga Desa Naitimu yang menjadi penggerak massa dalam penyerangan itu. Satu warga berinisial M sudah diamankan sementara tiga lainnya masih buron,” ungkap Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gede Artha ketika dihubungi media, belum lama ini.

Jelas Artha, dari hasil pengembangan kasus tersebut berhasil diamankan 24 orang warga Desa Naitimu yang terlibat dalam aksi pengrusakan rumah dinas Koramil Halilulik dan pembakaran kendaraan sepeda motor. “Semuanya sudah kita tahan di Polres dan dijadikan tersangka. Dari total itu ada 1 warga dibawah umur yang juga terlibat tapi kita tidak menahan,” ujar dia.

Artha menuturkan kronologis insiden tersebut bermula dari aksi penganiayaan yang melibatkan anak dari oknum PNS Koramil Halilulik di persimpangan Tugu Halilulik. Kemudian anak oknum PNS itu melarikan diri ke kompleks rumah dinas Koramil dan dikejar massa.

Massa yang tiba di lokasi dengan brutal langsung melakukan aksi anarkis pengrusakan lima unit rumah dinas Koramil Halilulik, lima unit motor, dan televisi milik dua PNS Koramil Halilulik yang menempati rumah dinas. “Usai kejadian malam itu, kita langsung turun ke lokasi dan mengamankan para pelaku yang terlibat melakukan aksi tersebut,” jelas Artha.

Baca Juga :   Pendaftaran CPNS di Malaka Tunggu Informasi dari BKN

Dalam insiden malam itu Lanjut Artha, ada tiga rentetan kejadian yakni penganiayaan di simpang Tugu Halilulik, pengrusakan rumah dinas dan motor serta kasus penganiayaan terhadap Sekertaris Desa Naitimu. “Khusus kasus penganiayaan Sekdes Naitimu, hari ini Rabu (30/12) kita sudah kerahkan anggota Polres untuk menangkap pelakunya,” beber dia.

Tegas Artha, penegakan hukum atas kasus penyerangan dan pengrusakan rumah dinas Koramil 06 Halilulik (Kodim 1605/Belu) serta pembakaran lima unit sepeda motor terus dilakukan hingga terungkapnya pelaku yang menjadi otak penyerangan dan penggerak massa.

Saat ini para terduga pelaku kasus tersebut sementara diperiksa tim penyidik Polres Belu. Ada wacana akan dilakukan perdamaian antara korban dan pelaku. Tetapi penanganan kasusnya akan terus kita lakukan sambil menilai apakah kasus akan dihentikan pasca perdamaian nantinya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top