HUKUM & KRIMINAL

Tunggu Hasil Audit BPKP, Polres Belu Periksa Lagi Saksi Terkait Dugaan Korupsi di SMKN Kobalima

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penyidik Polres Belu telah mengantongi nama satu orang calon tersangka dugaan korupsi SMKN Kobalima sejak September tahun lalu. Kendati demikian, hingga dengan saat ini polisi belum melakukan penetapan terhadap tersangka yang masih dirahasiakan inisial maupun namanya itu.

AKBP Dewa Putu Gede Artha

AKBP Dewa Putu Gede Artha

Kapolres Belu AKBP, Dewa Putu Gede Artha yang dihubungi awak media menuturkan, pihaknya telah melakukan invesitgasi terhadap dugaan kasus korupsi pada proyek dana pengembangan SMK unggul di SMKN Raihenek, SMKN Kobalima.
“Hasil pemeriksaan BPKP secara resmi belum kita terima. Kita masih tunggu data itu untuk ditindaklanjut,” ujar Artha, Kamis (21/01/2016) kemarin .

Disamping menunggu hasil audit BPKP, pihaknya telah menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan dan baru satu tersangka yang dikantongi. Dijadwalkan hari ini tim penyidik akan ke Malaka untuk melakukan pemeriksaan lainnya terkait kasus itu.

Lanjut Artha, dikarenakan belum menerima data resmi dari BPKP maka pihaknya belum mengirim hasil SPDP. Dirinya berharap mudah-mudahan di bulan depan sudah ada hadil resmi dari BPKP.

“Kita terus periksa saksi dan calon tersangka. Kalau ada indikasi melihat pihak-pihak lain dengan bukti yang akurat maka kita akan telusuri,” cetus Kapolres Belu itu.

Untuk diketahui dalam berita sebelumnya, proyek dana pengembangan SMK unggul pada SMKN Raihenek, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Timor Barat, perbatasan RI-RDTL itu tahun 2014 dengan anggarannya senilai Rp 4,9. Kasus dugaan korupsi itu melibatkan seorang anggota DPRD Malaka, BM selaku mantan Kepala Sekolah SMKN itu dan sebanyak enam saksi telah dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Belu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top