HUKUM & KRIMINAL

Diduga Wanprestasi, Keponakan Kadis Pertanian dan Perkebunan Belu Diadukan ke DPRD

ATAMBUA, Kilastimor.com-Philipus Nana, warga Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Belu, NTT, mengadukan kontraktor, Dami Bria ke anggota DPRD Belu, lantaran diduga menunggak upah 6 orang pekerja, dalam proyek pengerjaan saluran irigasi di Desa Teun tahun 2015 lalu.
Philipus Nana mengutarakan hal itu ketika menemui Ketua Komisi II DPRD Belu, Rudy Bouk dan anggota Komisi II, Theo Manek Tefa, Rabu (20/1/2016) di ruang kerja.

Tampak warga Teun adukan kontraktor ke DPRD Belu.

Tampak warga Teun adukan kontraktor ke DPRD Belu.

Nana menuturkan, dirinya koordinator yang membawa lima orang buruh tukang, dalam proyek pengerjaan saluran irigasi Desa Te’un yang ditunjuk oleh kontraktor, Dami Bria. Sesuai kesepakatan dalam pekerjaan saluran irigasi tersebut dirinya menerima borongan pekerjaan dengan total upah senilai Rp 14 juta.

Adapun total panjang saluran irigasi yang dikerjakan berdasarkan kontrak dari kontraktor sepanjang 311 meter. Pekerjaan dimulai sejak Oktober tahun lalu, namun dalam perjalanan sebelum pekerjaan selesai kontrkator Dami Bria memberikan panjar pekerjaan sejumlah Rp 6.800.000.

Dikatakan, kontraktor Dami Bria menjanjikan akan melunasi sisa upah pekerja pada 31 Desember 2015. Namun hingga tanggal 20 Desember tidak ada lagi kabar dari kontraktor untuk melunasi sisa upah pekerja senilai Rp 8.572.000.

“Karena tidak ada kejelasan reaslisasi sisa upah, kami langsung tanyakan ke Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Belu. Tadi kami bertemu Pak Kadis Remi Asa tanyakan soal sisa upah yang belum dibayar, tapi Pak Kadis sampaikan bahwa soal itu urusan pekerja dengan rekanan, sehingga dia tidak mencampuri,” sebut Nana.

Baca Juga :   SMAN Harekakae Bisa Tampung 400 Siswa Baru. Manejemen Fokus Benahi Sekolah

Lanjut Nana, karena tidak ada kejelasan tersebut, maka dirinya nekat mendatangi DPRD untuk sekalian mengadukan kontraktor, Dami Bria ke DPRD Belu terkait dengan masalah tunggakkan upah pekerja untuk 6 orang.

Ketua Komisi II DPRD Belu, Rudy Bouk dan anggota Komisi Theo Manek yang mendengar keluhan Philipus Nana langsung menghubungi Kadis Tanbun Belu, Remigius Asa via handphone. Usai menelefon, Rudy Buok menjelaskan kepada Philipus Nana bahwa Kadis Remigius Asa berjanji masalah akan diselesaikan secepatnya. Hari Sabtu nanti, akan dilakukan menyelesaikan masalahnya bersama dengan rekanan, Dami Bria.

“Kami hanya sebatas memfasilitasi saja. Tidak usah lapor polisi dan jaksa dulu, nanti hari Sabtu langsung temui pak Kadis di kantor untuk selesaikan masalahnya. Kalau tidak juga ada kepastian, nanti silahkan hubungi kembali kami, untuk difasilitasi lagi,” pinta Rudy Bouk dan Theo Manek Tefa.

Untuk diketahui kontrkator, Dami Bria yang mengerjakan proyek saluran irigasi di Desa Teun tidak lain merupakan keponakan dari Kadis, Remigius Asa. Ketika dikonfirmasi terkait apa nama CV tersebut, jawab Kadis Remi Asa dirinya tidak mengetahui.

“Saya tidak hafal nanti saya cek dulu di PPK. Nanti hari Sabtu kita pertemukan mereka untuk sesuaikan kwitansi pembayaran dengan yang di adukan oleh warga,” pungkas Asa. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top