RAGAM

Warga Alak Minta Pemkot Bangun Pasar Representatif

KUPANG, Kilastimor.com-Warga Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, minta Pemerintah Kota Kupang bangun pasar yang layak diwilayah tersebut, agar warga bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Wali Kota Kupang, Jonas Salean berkantor di Kecamatan Alak.

Wali Kota Kupang, Jonas Salean berkantor di Kecamatan Alak.

Permintaan itu disampaikan Pdt. H Toulasik, yang juga warga Kelurahan Alak, kepada Walikota Kupang, Jonas Salean, saat berkantor di Kelurahan Alak, Kamis (28/1).

Toulasik mengatakan, seiring pertumbuhan penduduk yang kian pesat di kelurahan alak dan kelurahan-kelurahan terdekat. Wilayah Alak sudah saatnya mendapatkan sebuah pasar yang layak. Menurutnya, umumnya warga kecamatan Alak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok maupun kebutuhan sehari-hari, karena untuk berbelanja ke pasar terdekat, di Kelurahan Fatubesi, warga alak umumnya harus mengeluarkan biaya ekstra, waktu dan tenaga.

“Pasar telah menjadi kebutuhan kami masayarakat alak umumnya. Kami sering kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok, apalagi kalau mau mengadakan pesta, repotnya minta ampun. Oleh karena itu kami minta pemerintah Kota segera membangun sebuah pasar besar seperti pasar Oebobo, Oeba, dan Pasar Kasih bagi kami di Kecamatan Alak ini,” katanya.

Selain itu, Pdt. Tulasik juga meminta kepada pemerintah Kota Kupang untuk memperhatikan Gua monyet serta monyet-monyet yang berada di sekitarnya. Keberadaan monyet-monyet di sekitar tempat semakin terancam menyusul sudah beberapa rumah disekitar wilayah itu, padahal setahu dirinya, tempat itu merupakan jalur hijau yang tidak bisa ditempati. Selain itu, pemerintah juga harus menyiapkan tenaga tetap untuk menjaga kawasan gua monyet agar tetap terpelihara dengan baik, serta monyet-monyet itu bisa diberikan makan setiap harinya.

Baca Juga :   Pendidikan dan Kesehatan Harus Jadi Prioritas Pembangunan

Menanggapi permintaan Warga Alak, Walikota Kupang, Jonas salean mengaku, pemerintah Kota Kupang pada dasarnya sidah ingin membangun sebuah pasar di Wilayah Alak. Namun pemerintah terkendala soal lahan yang ideal. “Memang pemerintah ada lahan dikawasan itu, namun letaknya cukup jauh dari pemukiman dan jalan umum. Kalau ada lahan yang ideal, pasti pemerintah membangun pasar,” kata Walikota.

Namun pada kesempatan itu, Wali Kota juga sempat ragu soal pembangunan pasar. Sebab sudah cukup banyak warga di beberapa wilayah, meminta untuk dibangun sebuah pasar. Setelah dibangun, pasar dibiarkan mubasir. Bahkan pasar-pasar itu hanya menjadi tempat berlindungya hewan-hewan ternak, sehingga sebelum membangun sebuah pasar pemerintah akan melihat dulu antusias masyarakat sekitar.

Sementara menyangkut Gua Monyet, Walikota mengaku bahwa kawasan disekitar gua monyet merupakan jalur hijau sehingga pemerintah tidak akan mengizinkan siapapun untuk membangun di lokasi tersebut. Jika sudah ada yang membangun rumah dikawasan itu tentu tanpa seizin pemerintah Kota Kupang, maka akan ditertibkan. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top