EKONOMI

Warga Maudemu Tagih Janji PLN Rayon Atambua

ATAMBUA, Kilastimor.com-Warga perbatasan RI-RDTL hingga kini belum seluruhnya menikmati layanan PLN. Janji Kepala PLN Rayon Atambua yang pernah disampaikan bahwa tidak sampai akhir tahun 2015, semua di wilayah perbatasan akan terlayani listrik belum terealisir.
Kenyataan di lapangan, hingga tahun 2016, sejumlah daerah perbatasan belum teraliri listrik,Padahal harusnya warga perbatasan di perbatasan harus terang benderang sebelum akhir tahun 2015.

Albertus Koko

Albert Koko

Salah satu Tokoh Adat Desa perbatasan RI-RDTL Maudemu, Arnoldus Nak kepada media ini, (7/1/2016) mengatakan, pembangunan jaringan listrik yang sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu, dan seharusnya sudah harus selesai dikerjakan oleh kontraktor. Namun kenyataannya hingga memasuki tahun 2016, pengerjaannya belum selesai. “Listrik yang dijanjikan harus menyala sebelum akhir tahun 2015, tidak bisa dinikmati masyarakat di wilayah perbatasan. Kami masyarakat perbatasan sudah lunasi tagihan lampu sehen, apalagi yang belum. Saya ingatkan sekali lagi, jangan pernah bohongi rakyat karena yang kami tahu pesan Bapak Presiden Jokowi, ketika kunjung ke Belu sampai akhir tahun 2015 wilayah perbatasan RI-RDTL harus terang benderang. Kami rakyat bodoh ini butuh kapastian, kapan listrik menyala. Kenapa dari tahun-ke tahun Desa Maudemu itu selalu dianaktirikan. Sementara wilayah di desa lain seperti Desa Derok dan Lookeu, Kecamatan Tasifeto Barat, Desa Dafala dan Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur sudah selesai dikerjakan dan masyarakat sudah menikmati penerangan listrik,” urainya.

Baca Juga :   Dua Pemain PS Malaka Ikut Popwil di NTT

Halaman : 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top