RAGAM

ASN Bermasalah Berat Pasti Dinonjobkan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan memimpin apel perdana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu, Senin (22/02/2016).
Apel yang berlangsung di lapangan Kantor Bupati Belu pukul 07.00 Wita, selain dihadiri seluruh Pimpinan SKPD dan staf, apel tersebut juga dihadiri oleh seluruh Camat dan Lurah se-Kabupaten Belu.

JT. Ose Luan

JT. Ose Luan

Dalam arahannya, Wakil Bupati J.T Ose Luan mengungkapkan, PNS yang telah dimutasikan ke Kabupaten Malaka yang dikembalikan ke Belu akan segera dikonsultasi dengan Pemkab Malaka.
“Menurut saya ini salah, mereka korban. Secara etika dan normal ini adalah kekeliruan bagi mereka yang atur waktu itu. Mereka aparatur negara memiliki hak yang sama dan diangkat untuk mengabdi. Jabatan itu bagian dari karir,” ucap dia.

Terkait hal itu, Ose berjanji akan menata kembali dan segera menyelesaikan persoalan PNS yang dikembalikan dari Kabupaten Malaka ke Belu. Rata-rata mereka yang dikembalikan para guru, sehingga hal itu membuat pembagian tidak mereta dan ini menjadi satu pekerjaan.

“Saya dan Sekda akan berupaya untuk berkonsultasi dengan Bupati dan Sekda Malaka, akan kembalikan mereka yang kembali ke Malaka,” sebut Ose.

Masih menurut dia, dirinya akan melakukan rapat khusus dengan seluruh pimpinan SKPD terkait dengan SK kontrak sebanyak 1.000 orang. Diingatkan juga bagi seluruh aparatur bahwa akan ada mutasi dan itu sesuai kebutuhan organisasi.

“Mutasi pasti ada dan jangan dilihat mutasi itu bagian dari balas dendam, tapi bagian dari aturan. Yang punya masalah berat pasti akan nonjob. Jangan takut, ini garuda bukan menerkam orang, tapi untuk pengabdian, kita hanya mau menegakan keadilan,” ujar Ose.

Mantan Kepala Bappeda itu menuturkan, selama 5 tahun saya akan tempatkan ASN dalam posisi yang benar. Dalam posisi mereka ASN sehinga mereka tidak terpilah dalam kepentingan-kepentingan tertentu. Sehingga bagaiamapun juga mereka tidak jadi korban.
“Sehingga pemilu berikut itu, tidak ada PNS berpihak dan menjadikan aparatur hanya menggunakan hak pilih,” kata dia.

Wabup Ose mengingatkan kepada seluruhnya agar posisikan diri sebagai aparatur dan jangan mudah terpengaruh dengan hal kepentingan yang pada akhirnya membahayakan pribadi. “Tidak boleh ada lagi dikotomi diantara aparatur. Korpri dikotak-kotakan bagaimana dengan korps korprinya,” kata dia mengingatkan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top