POLITIK

Atasoge: Menunggu Provinsi Flores, Sebaiknya NTT Sebagai Provinsi Kepulauan Dulu

JAKARTA, Kilastimor.com-Upaya pemekaran Provinsi Flores terpisah dari Provinsi NTT, terus menggelinding, walau hingga kini terdapat pro kontra di masyarakat sendiri. Memang Provinsi NTT sudah pantas untuk dimekarkan menjadi dua bahkan tiga provinsi nantinya.
Rencana pemekaran Provinsi Flores yang digaungkan mendapat respon positif dari Senator NTT, yang juga anggota Komite I, DPD RI, Syafrudin Atasoge.

Syafrudin Atasoge

Syafrudin Atasoge

Syafrudin Atasoge kepada media ini, belum lama ini mengatakan, pada prinsipnya, dia mendukung pembentukan Provinsi Flores terpisah dari Provinsi NTT. “Pada prinsipnya saya dukung rencana dan upaya itu,” paparnya.

Hanya saja, bilang dia, hingga kini dokumen pemekaran belum juga diusulkan Pemprov NTT dan panitia pembentukan ke Pemerintah Pusat, DPD dan DPR RI. “Akibatnya, DPD, DPR RI dan Pemerintah tidak dapat membahas lebih jauh,” paparnya.
Untuk jangka pendek usulnya, semua stakeholders NTT perlu satukan persepsi, dimana perlu didorong NTT sebagai provinsi kepulauan. “Saya diberbagai forum di NTT selalu omong kalau Provinsi Flores harus terbentuk kedepan. Namun sebelum hal itu terealisir, kita perjuangkan NTT sebagai provinsi kepulauan terlebih dahulu,” ujarnya.

Dikatakan, pembentukan Provinsi Bali, NTB dan NTT tahun 1958 dengan satu Undang-Undang. Karena itu, pihaknya sudah bersepakat dan mendorong revisi UU pembentukan Provinsi Bali-Nusra, dan masing-masing memiliki UU tersendiri. “Sejak 1958 sampai sekarang kita (Bali, NTB dan NTT) gunakan satu Undang-Undang. Saya, Pak Pasek anggota DPD asal Bali dan Ibu Dewi dari NTB, sudah dorong agar masuk prolegnas terkait revisi UU tersebut,” paparnya.

Dengan pisahnya UU, papar Atasoge, maka ada sejumlah keuntungan disana. Dimana Bali menjadi Provinsi Pariwisata, NTT dan NTB menjadi provinsi kepulauan. Ini target jangka pendek yang harus kita perjuangkan bersama,” imbuhnya.

Ketika menjadi provinsi kepulauan, tambahnya, NTT akan mendapatkan sejumlah tambahan anggaran, terutama dana perimbangan. Sejauh ini NTT masih menjadi provinsi bercirikan kepulauan dan tidak berpengaruh dalam hal dana perimbangan. “Kalau sudah provinsi kepulauan, pastinya dana perimbangan ditambah oleh pemerintah pusat. Jelas NTT mendapat sejumlah keuntungan tambahan,” sebutnya.

Dikemukakan, jika NTT sudah menjadi provinsi kepulauan, tentunya ketika Flores, bahkan Sumba mekar, jelas disesuaikan dan menjadi provinsi kepulauan, dan disitu ada dana penambahan dana perimbangan.
“Hal ini harus disadari bersama. Jadi perjuangan pemekaran Provinsi Flores harus tetap jalan, dan itu jangka panjang. Jangka pendek, kita juga tetap berjuang menjadikan NTT Provinsi Kepualauan. Disitu ada nilai tambah,” timpal anggota Komite 1 yang membidangi pemerintahan itu.

Dijelaskan, dana perimbangan untuk NTT akan tetap sama, jika tidak diperjuangkan provinsi kepulauan. Sebaliknya akan meningkat jika jadi provinsi kepulauan. “Mari kita bersama perjuangkan hal ini demi masyarakat NTT. Terkait Provinsi Flores harus tetap bergerak. Perjuangan merubah UU lebih mudah dan itu butuh kesepahaman saja. Sedangkan provinsi Flores butuh banyak hal. Namun saya yakin dua-duanya akan terealisir,” pungkas Atasoge. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top