RAGAM

Beasiswa PIP, Wali Kota akan Surati Mendikbud

KUPANG, Kilastimor.com-Penyataan terkait Pemerintah Kota Kupang menghambat pelaksanaan proses pembagian beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) mendapat tanggapan klarifikasi dari Wali Kota Kupang, Jonas Salean.
Tanggapan klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, Jonas Salean pada saat mengelar pertemuan bersama seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) dari semua tingkatan yang ada di Kota Kupang, Jumat (5/2) di aula Sasando, Balai Kota Kupang.

Jonas Salean

Jonas Salean

Jonas mengatakan, program ini dinilainya sangat bagus jika pelaksanaan sesuai dengan prosedur. Karena pada tahun 2014 mengalami persoalan, sehingga dirinya langsung menyurati Meteri Pendidikan karena ada oknum yang menyatakan bahwa dana tersebut adalah miliknya yang diberikan kepada siswa, dan juga adanya pemaksaan kepada Kepala Sekolah untuk menandatangani rekomondasi. Namun surat ini hingga saat tidak ada jawaban dari Menteri Pendidikan.

“Pada waktu pencalegkan, program ini dijalankan dan bermasalah, dan sekarang mau menjelang Pilwakot dana kembali lagi menuai persoalan, dengan ada penyataan Pemerintah Kota menghambat. Untuk kita menemui bapak menteri guna menyampaikan hal ini, bahwa kita tidak menghambat dari semua tingkatan. Namun dalam pelaksanaan yang secara prosedur sangat keliru. “Saya rasa anggota dewan itu maksudnya baik, tapi caranya yang salah,” singgung Jonas.

Jonas menjelaskan, sebenarnya secara aturan oknum tersebut harus perlu melakukan pendekatan dengan Pemerintah Kota dan Dinas Pendidikan, sehingga nama calon semua siswa penerima diusulkan ke Menteri Pendidikan dengan tembusan ke Dinas Pendidikan untuk di validasi. Setelah Menteri menganggap layak, maka menteri kembalikan nama ke sekolah dan selanjutnya sekolah menyampaikan informasi kepada orang tua murid. Proses ini yang baru sesuai dengan juknis, sehingga dasar itu Kepala Sekolah bisa membuat pernyataan dengan berebagai persayaratan yakni foto copy rapor untuk di kasih ke orang tau murid.

Baca Juga :   5.000 Paket Bantuan Presiden Diterima Wali Kota Kupang

Namun, lanjut Jonas, yang terjadi tidak seperti itu , sehingga banyak Kepala Sekolah yang menolak untuk tandatangan. Karena yang datang itu bukan orang tua murid, tapi kaki tangan anggota dewan tersebut. Apa lagi koordinator adalah mantan anggota DPRD dari Kota Kupang yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi yakni Kardinand Kalelena sebagai relawan.

“Soal program ini kita Pemerintah Kota tidak menghambat, tapi harus sesuai prosedur. Sebab saya tidak mau Kepala Sekolah disalahkan, jika terjadi persoalan hukum siapa yang akan bertanggungjawab.

Jonas mengaku, herannya nama yang tidak diusul, tapi tiba-tiba ada nama. Maka dirinya bersurat ke ketua DPRD untuk diminta agar pak Kalelena pertanggungjawabkan, dengan meminta penjelaskan formulir dibagi-bagi, dengan yang nama yang diusul lain, yang diterima lain.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Jerhans Ledoh mengaku jumlah siswa SD penerima sebanyak 8.416 orang dengan besar anggaran Rp 3,4 miliar, SMP sebanyak 15.657 orang dengan besaran anggaran Rp 9,9 milliar, SMA sebanyak 2.930 orang dengan besaran anggaran Rp 2,4 milliar, serta SMK sebanyak 3.604 orang, dengan besara anggaran Rp 2,3 milliar. Total penerima beasiswa PIP sebanyak 30.670 orang dengan jumlah anggaran Rp 18,181 miliar. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top