EKONOMI

Dampak Kekeringan Terhadap Tanaman Pangan di Malaka Mencapai 80 Persen

BETUN, Kilastimor.com-Dampak kekeringan di Malaka merusak lebih dari 80 persen tanaman milik petani. Angka pastinya masih didata petugas pertanian di lapangan. Masyarakat diminta waspada dan tetap memanfaatkan sarana yang ada untuk menanam tanaman yang tidak banyak membutuhkan air.
Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Malaka, Petrus Bria kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (1/2).

Petrus Bria

Petrus Bria

“Kita sudah melakukan monitoring di lapangan dan secara kasat mata kerusakan tanaman masyarakat akibat kekeringan semakin meluas di berbagai kecamatan. Kita dari dinas teknis sudah meminta petugas PPL dan manteri tani yang menyebar di 12 kecamatan supaya melakukan pendataan terkait dampak kekeringan itu. Tadi saya baru menerima laporan dari Kecamatan Kobalima dan sudah memberikan disposisi. Kita berharap dalam waktu dekat semua data sudah masuk di dinas selanjutnya kita akan melaporkan secara tertulis kepada bupati untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut,” paparnya.

“Kita lihat di lapangan tanaman jagung yang masih bertahan hidup di sepanjang DAS Benenain pada daerah delta. Namun siang hari diatas jam 11 kondisi tanaman jagung sudah mulai terlihat seperti daun bawang. Kita harapkan masyarakat harus waspada memanfaatkan air dan curah hujan yang ada untuk menanam tanaman sayur-sayuran dan umbi-umbian yang tidak membutuhkan banyak air,” tandasnya. (oni)

Baca Juga :   Jaga Keamanan, Pemerintah Kecamatan Malaka Tengah Bakal Operasi Kos-Kosan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top