HUKUM & KRIMINAL

Diduga Berijazah Palsu, Bupati Lembata Dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri

JAKARTA, Kilastimor.com-Diduga Berijazah Palsu, Bupati Lembata Dilaporkan ke Mabes Polri. Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, Kamis (25/2) dilaporkan ke Mabes Polri, oleh Ketua Forum Penyelamat Lewotanah Lembata (FP2L, Alex Murin.
Alex melaporkan Bupati Lembata, karena diduga telah menggunakan ijazah Sarjana Teknik palsu yang diterbitkan Universitas Krisnadwipayana, Jakarta.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur Dilpaorkan ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis kemarin.

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur Dilpaorkan ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis kemarin.

Pantauan media ini, Ketua FP2L tiba di Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, tepat pukul 12:00 Wita, didampingi kuasa hukumnya, Petrus Bala Pationa dan sejumlah anggota FP2L.
Sesaat kemudian, Ketua FP2L itu bersama kuasa hukumnya, langsung masuk Siaga Bareskrim Polri, untuk membuat laporan polisi.
Sekira tiga jam kemudian, laporan polisi selesai dibuat, setelah pelapor melengkapi dokumen-dokumen yang menjadi dasar pelaporan. Adapun Tanda Bukti Lapor (TBL) yang ditandatangani AKP Joyo Mulyo bernomor: TBL/139/II/2016/Bareskrim.

Bupati Lembata dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana menggunakan ijazah palsu, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Ayat 2 KUHP.

Kuasa Hukum Pelapor, Petrus Bala Pationa dalam keterangan persnya mengatakan, pihaknya telah memasukan laporan dugaan pemalsuan dan penggunaan ijazah palsu ke Bareskrim Mabes Polri dengan TBL Nomor:TBL/139/II/2016/Bareskrim.

Dalam laporan itu, paparnya, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur selaku terlapor, karena diduga kuat menggunakan ijazah palsu. “Dia (Bupati Lembata) kami laporkan karena diduga kuat gunakan ijazah Palsu saat ini,” terang pengacara asli Lembata itu.

Dalam laporan katanya, sejumlah bukti telah diajukan, kepada pihak Bareskrim Mabes Polri, untuk dijadikan bahan penyelidikan dan penyidikan nanti. Dia berharap, proses hukum ini berjalan hingga tuntas.

Dikatakan, ditengah upaya Pemerintah Indonesia memberantas praktek jual beli ijazah, malah praktek haram ini terus terjadi dan diduga melibatkan kepala daerah, termasuk Bupati Lembata yang diduga menggunakan ijazah palsu.

Disebutkan, FP2L telah melakukan penelusuran Kemenristekdikti dan Kopertis, serta Universitas Krisnadwipayana yang meneribitkan ijazah Bupati Lembata itu.
Dari Kemerinstekdikti menyatakan kalau yang bersangkutan tidak terdaftar dalam pangkalan data Universitas Krisnadwipayana.
Sementara pihak Kopertis juga menduga ijazah yang diterbitkan palsu, apalagi ada sejumlah data, dimana yang bersangkutan diduga kuat tidak menjalani perkuliahan.

Pada bagian akhir, kembali dia meminta Bareskrim Polri segera memeriksa saksi-saksi yang diajukan baik dari Kemenristekdikti maupun Kopertis, sehingga bisa melihat tindak pidana pemalsuan itu. Lebih dari, dengan memeriksa para saksi, polisi bisa mendapatkan alat bukti baru, untuk kemudian meningkatkan ke penyidikan dan pada gilirannya menetapkan tersangka.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur belum terkonfirmasi, walau telah dihubungi media ini berulang-ulang melalui nomor telepon selularnya maupun melalui pesan singkat, Kamis (25/2) malam lalu. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top