RAGAM

DPRD Kota Kupang Sesalkan Ketidakhadiran Wali Kota, Wawali dan Sekda dalam Sidang Paripurna

KUPANG, Kilastimor.com-Ketidakhadiran Wali Kota Kupang, Jonas Salean, Wakil Wali Kota, Herman Man dan Sekda, Bernadus Benu dalam sidang paripurna, disesalkan oleh DPRD Kota Kupang.

Tampak Kursi Wali Kota dan Wawali Kupang kosong, saat rapat paripurna DPRD Kota Kupang, Senin (15/2).

Tampak Kursi Wali Kota dan Wawali Kupang kosong, saat rapat paripurna DPRD Kota Kupang, Senin (15/2).

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe yang didampingi Wakil Ketua DPRD, Christian Baitanu dan Marthinus Meda berharap agar dari pejabat ini harus bisa hadir dalam sidang paripurna ini. Sementara, dari Pemkot hanya dihadiris Asiten III, Jacob Laurens Tokoh dan Kabag Hukum, Alan Girsang serta Kabag Pemerintahan, Debby Panie serta beberapa staf.

“Saya berharap agar Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Kupang dapat membagi waktu guna dapat menghadiri paripurna ini. Karena dalam paripurna ini tidak ada pimpinan dari pemerintah sebagai penanggungjawab, untuk mendengarkan penyampaian hasil reses DPRD Kota,“ kata Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe di ruang sidang utama DPRD, Senin (15/2).

Yeskiel meminta ketidakhadiran Wali Kota atau Wakil Wali Kota dan Sekda tidak terulang kembali pada masa mendatang. “Saya kwaatir sudah mau dekat Pilkada jadi tidak mau hadir lagi, dan lebih banyak lakukan sosialisasi,” ujarnya.

Pada kesemapatan yang sama, anggota DPRD dari Partai Hanura, Yapy Pingak mengatakan, sidang paripurna yang dihadiri oleh Asiten III ini, menjadi kekhawaatiran tersendiri dari dari DPRD. Pasalnya, apa yang disampaikan DPRD lain dan nantinya disampaikan asisten ke Wali Kota lain.

“Sebenarnya sidang paripurna ini harus dihadir minimal Sekda, sehingga dapat bertanggungjawab atas apa yang disampaikan oleh DPRD,” ujar Yapy.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Zeyto Ratuarat. Ketihadiran wali kota dan jajarannya dalam paripurna penyampaian hasil reses ini, harus menjadi pelajaran. Jika wali kota, wakil dan sekda tidak hadir, minimal kepala Bappeda hadir. Pasalnya Bappeda merupakan dapur untuk meracik hasil reses DPRD di lapangan.

“Saya sangat kecewa dengan tidak hadirnya Sekda atau Kepala Bappeda dalam paripuna ini, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan DPRD melalui reses,” kata Zeyto.

Menanggapi pernyataan Ketua DPRD dan para anggota DPRD tersebut, Asisten III, Jacob Laurens Tokoh mengatakan, tidak hadirnya Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda, dalam paripurna ini, karena Wali Kota Kupang saat sementara mengikuti Musrembang, sedangkan Wakil Wali Kota sedang berada di Jakarta.

Sedangkan Sekda, lanjut Asiten III, saat ini sedang sakit sehingga tidak bisa hadir dalam sidang paripurna ini. (lan)

F

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top