RAGAM

Anggota DPRD NTT, Army Konay Sumbang Jembatan Buat Masyarakat. Saat Ini Sudah Digunakan

SOE, Kilastimor.com-Ucapan terima kasih terus mengalir dari beberapa warga Desa Nenas, Desa Mutis dan Nuapin kepada anggota DPRD NTT, Army Konay yang telah menyumbangkan satu unit jembatan yang menghubungkan Desa Nenas, Desa Nuapin dan Desa Mutis.

Inilah jembatan Army Konay yang diresmikan Sabtu lalu.

Inilah jembatan Army Konay yang diresmikan Sabtu lalu.

“Kami sangat berterimakasih kepada bapak anggota DPRD Propinsi NTT, Army Konay yang sudah membantu kami dengan membangun jembatan ini, sehingga kami tidak akan pikiran lagi untuk melintasi sungai ini saat hujan lebat dan terjadi banjir,” kata Kepala Desa Mutis, Petrus Tamelab kepada media ini di atas jembatan Army Konay, Sabtu (30/1/2016).

Dijelaskannya, selama ini masyarakat hanya mengandalkan sebuah jembatan darurat yang dibuat secara gotong royong oleh masyarakat Desa Mutis, Desa Nuapin, dan Desa Nenas, sehingga selalu khawatir pada saat hujan lebat dan terjadi banjir.

Namun dengan dibangunnya jembatan tersebut yang disumbangkan oleh anggota DPRD Provinsi NTT, Army Konay, saat ini masyarakat sudah bisa melintasi jembatan tersebut tanpa harus khawatir jika terjadi banjir. “Biasanya kalau ada banjir dan jembatan darurat yang ada tertutup banjir, masyarakat terpaksa menunggu atau membuat rakit bambu untuk menyeberang diatas batu-batu besar yang ada,” jelas Tamelab.

Tamelab menambahkan, pihaknya tidak mau melihat pembangunan jembatan ini sebagai bagian dari pemberian politik dari anggota DPRD Provinsi NTT, Army Konay. Karena jembatan ini sesungguhnya memang menjadi kebutuhan masyarakat dan sudah dirindukan selama ini.
“Kalau memang ini ada unsur politisnya, kami tidak perduli. Karena kami memang butuh jembatan ini, sehingga saat kami mendapatkan sumbangan materialnya, kami dan masyarakat tiga desa ini bergotong royong membangunnya. Jadi ini juga merupakan jembatan hasil karya masyarakat tiga desa,” tegasnya.

Baca Juga :   Pimpinan OPD Belu jangan Alergi dengan Pers. Lay: Pemberitaan Pers Juga Harus Berimbang

Sementara Kepala Desa Nuapin, Viktor Tabelak yang juga hadir pada acara peresmian jembatan tersebut kepada media ini, mengaku sangat berbahagia dengan selesainya jembatan tersebut, karena jembatan permanen itu sudah menjadi impian masyarakatnya sejak puluhan tahun silam.

“Jelas kami dan juga masyarakat bahagia sudah mendapatkan bantuan jembatan ini, karena kami sudah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan ini kepada pemerintah dan juga merupakan impian kami sejak masa kecil kami,” jelas Tabelak yang dibenarkan tokoh masyarakat Desa Nenas, Simon Maf, dan sejumlah masyarakat lainnya.

Anggota DPRD Provinsi NTT, Army Konay kepada wartawan dalam acara peresmian jembatan tersebut menegaskan dirinya terdorong untuk membangun jembatan tersebut, karena dipicu oleh istrinya yang merupakan bidan desa yang juga melayani di ketiga desa tersebut.
“Pemicunya adalah karena istri saya adalah seorang bidan, dan setiap kali melayani pasien di Mutis maupun Nuapin harus melintasi jembatan ini,” jelasnya.

Konay mengaku dirinya hanya menyumbangkan material bangunan jembatan sepanjang 12 meter tersebut. Namun secara teknis dan tenaga pengerjaan jembatan tersebut sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat dari ketiga desa, sehingga jembatan tersebut merupakan milik masyarakat ketiga desa dan harus dijaga dan dipelihara hingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Mengenai berapa banyak biaya yang disumbangkannya bagi masyarakat setempat dalam membangun jembatan di atas Sungai Kuni, Konay menolak untuk membeberkannya kepada media. Namun dirinya mengaku dirinya tidak menanggung sendiri biaya material jembatan tersebut, melainkan juga dibantu oleh sanak saudaranya. “Tidak usah ditulis berapa biayanya, karena yang paling penting saat ini adalah masyarakat sudah bisa menggunakan jembatan ini dengan baik dan nyaman,” tandasnya.

Baca Juga :   Inkai Belu Rebut 16 Medali Pada Kejurda Prestasi 2016

Pantauan media ini Sabtu (30/1/2016), peresmian jembatan ini ditandai dengan pembunuhan seekor babi yang dilakukan oleh Kepala Desa Mutis, Petrus Tamelab bersama dengan sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat ketiga desa, disaksikan langsung Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Angelino Belo da Costa, anggota Komisi IV, Boni Jebarus dan Naviyanto Umbu Atalende. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top