RAGAM

Jeriko Jadikan Kampus Basis dan Mitra Bangun Daerah

KUPANG, Kilastimor.com-Pemerintah Daerah (Pemda) perlu bersinergi dengan Perguruan Tinggi (PT) untuk melakukan penelitian, agar menjadi landasan pijak pelaksanaan pembangunan, yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Selama ini, hasil penelitian yang bagus oleh dosen dan mahasiswa hanya menjadi arsip kampus dan perpustakaan. Daerah belum sepenuhnya menggunakan hasil penelitian tersebut untuk mendukung pembangunan di daerah. Di samping itu, Pemda jarang menggunakan kemampuan lembaga pendidikan tinggi untuk menjadi motor penggerak di daerah, lebih banyak pendekatan pada proyek. Akibatnya, daerah di NTT, jarang berkembang pesat. Hal ini dikatakan anggota Komisi X DPR RI, Jefri Riwu Kore yang dihubungi media ini, Jumat (26/2/2016), usai menjadi narasumber kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Hotel Maya Kupang.

Jeriko ketika bersantai di Car Free Day di jalan El Tari Kupang, Sabtu (27/2) pagi tadi.

Jeriko ketika bersantai di Car Free Day di jalan El Tari Kupang, Sabtu (27/2) pagi tadi.

Jefri yang karib disapa Jeriko menyebutkan, dirinya banyak menemukan dinamika di lapangan, dimana PT jarang digunakan sumber dayanya untuk membuat kajian dan temuan-temuan dengan penelitian. Bahkan hasil gagasan ide mahasiswa yang cerdas, hanya menjadi bahan administrasi untuk dapatkan gelar akademik. Seharusnya Pemda perlu berinisiatif untuk menjalin kerja sama dengan lembaga kampus untuk kemajuan daerah. “Sumber ilmu dan teknologi itu ada di kampus, Pemda harus tahu itu,” sebut politisi partai Demokrat ini.

“Jika diberikan kepercayaan lebih menjadi pengambil kebijakan di Pemda, maka saya akan jadikan kampus sebagai basis untuk mendorong pembangunan daerah. Bila perlu pemda yang siapkan anggarannya, kampus tinggal membantu dalam kajian-kajian ilmu pengetahuan dan teknologi,” bilang Jeriko.

Jeriko mencontohkan, selama ini terjadi kelangkaan air bersih di Kota Kupang dan Pemkot terjebak dengan polemik kontra Kabupaten Kupang. Sementara rakyat butuh air. Pemerintah terkesan hanya membangun konflik tanpa mencari jalan keluar. Jika kampus menjadi basis, maka daerah sudah bisa menyiapkan alternatif awal untuk menyelesaikan kelangkaan air di Kota Kupang. Banyak teknologi pengadaan sumber air. Listrik juga bisa dilakukan kajian oleh kampus,” tutup Jeriko. “Penting mencari solusi dengan kajian-kajian dari dunia kampus untuk menyelesaikan masalah air bersih dan juga listrik. Kita saja yang tidak manfaatkan tenaga profesor dan pakar di Kampus. Kalau saja saya dipercaya, semua akan dikaji oleh dunia kampus sehingga benar-benar memberikan solusi permanen,” bilangnya.

Ian Haba Ora juru bicara Jeriko Center yang dihubungi Sabtu Sabtu (27/2), membenarkan konsep Jefri Riwu Kore untuk menjadikan kampus sebagai basis ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam pembangunan daerah.
“Ya, pak Jefri sudah punya konsep untuk bangun daerah. Beberapa persoalan yang ada di Kota Kupang sudah ada konsepnya, mulai kelangkaan air bersih, masalah kesehatan dan pendidikan, kelistrikan, wira usaha bagi anak muda, infrastruktur, ekonomi kreatif, pariwisata, olahraga, kenirja birokrasi berbasis good governance, beserta strateginya telah ada dibenak pak Jefri. Tetapi kita sangat butuh dukungan rakyat untuk wujudkan itu,” ungkap kandidat doktor pertanian itu.

Gustaf Agripa salah seorang pengamat politik di NTT mengatakan, Jefri menjadi tokoh cerdas yang patut didukung ide cerdasnya membangun Kota Kupang. “Pak Jefri kaya pengalaman, jaringan, dan akademiknya bagus. Ini menjadi salah satu kriteria jika ingin pembangunan di suatu daerah berkembang dan maju,” Pungkas Gustaf.

Untuk diketahui, Jeriko merupakan salah satu kandidat kuat pesaing petahana Walikota Kupang, Jonas Salean. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Kota Kupang butuh angin perubahan. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top