RAGAM

Kabag Umum Setda Malaka: Saya Salah Buat Keputusan

BETUN, Kilastimor.com-Peristiwa naas yang dialami Kabag Umum Setda Malaka, Ferdinandus Un bersama keluarganya, cukup membuat trauma. Ferdi Un sapaan karib Kabag Umum yang dihubungi wartawan Kilastimor.com mengemukakan, dirinya bersama keluarga cukup terpukul dan trauma dengan peristiwa terseretnya mobil yang dikemudikan dirinya akibat banjir, Sabtu (6/2) sore kemarin.

Ferdinandus Un

Ferdinandus Un

Dia menceritakan, dirinya bersama keluarga dari Betun menuju Atambua. Tiba di TKP sudah sore dan memang sedang hujan.
Sebelum tiba di bibir kali, dia bertemu mobil Innova menuju Betun. Berdasarkan perhitungannya, mobil tersebut baru menyeberang kali Haroe, Kobalima, Malaka, NTT. Pada kenyataannya, mobil tersebut ternyata berbalik arah ke Betun akibat banjir.

Karena pemikiran dan keyakinan itu, dirinya membuat keputusan untuk terus berjalan. Ternyata, keputusan yang diambil salah. Air deras langsung menyeret mobil yang dikemudikan. “Saya putuskan untuk menyeberangi kali. Ternyata airnya deras sehingga kami terseret banjir,” paparnya ketika dihubungi, Minggu (7/2) pagi tadi.

“Ini memang kesalahan dan kelalaian saya, dalam membuat keputusan untuk menyeberang di kali Haroe kemarin sore. Saya benar-benar minta maaf atas kejadian ini, karena telah menyita perhatian banyak orang. Saya tadi malam belum bisa melaporkan masalah ini kepada Bupati karena masih trauma. Mudah-mudahan hari ini saya bisa melaporkan masalah ini kepada Bupati,” jelasnya.

Dikatakan, dirinya bersyukur karena selamat bersama keluarga dan mobil bisa dievakuasi oleh warga sekitar. “Waktu masuk kali, sebetulnya masih ada peluang untuk menyeberang. Tetapi saat berada ditengah kali, mobil yang saya kemudikan sendiri itu tersangkut di batu sehingga tidak bisa maju. Kondisi itu diperparah banjir kiriman yang bertambah lagi volumenya, sehingga mobil kami terseret. Untung saja warga yang menolong kami, orang yang berpengalaman yang biasanya membantu orang saat kejadian seperti yang kami alami. Ketika terseret, untung saja mobil kami terseret dan tertahan di batu besar di tengah kali,” jelasnya.

Baca Juga :   Semua Masukan untuk Buku Tiga Tahun SBS Memimpin Malaka positif

Ketika melihat ada bantuan datang untuk evakuasi, paparnya, dirinya meminta ibu Merry yang keluar duluan dan dievakuasi masyarakat. Setelah aman, istrinya menyusul keluar dari mobil dan terakhir barulah dirinya. “Kami tidak cedera dan semuanya sehat-sehat saja. Hanya saja kami masih agak trauma dengan kejadian kemarin sore, sehingga saya belum melaporkan kejadian ini ke pak Bupati. Saya hanya telepon saja Pak Kabag Ekonomi dan Nando Seran menyampaikan kejadian itu,” paparnya.

Hari ini lanjutnya, dia bersama keluarga akan kembali ke TKP untuk membuat ritual adat, agar tetap selamat dan tidak mengalami kejadian yang sama. Secara adat bilang “hean hika kmalar dalam bahasa Tetun, dan dalam bahasa Dawan “hear tafani smanka. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top