RAGAM

Kapolda NTT Terharu Karena Bisa Kembali ke Atambua Setelah 33 Tahun

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Brigjen Pol. Estasius Widyo Sunaryo berkunjung ke Mako Polres Belu, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kamis (11/02/2016).
Pada kunjungan perdananya ke Belu, Kapolda NTT, Brigjen Pol. Estasius Widyo Sunaryo didampingi Ketua Bayangkari Daerah NTT serta rombongan Polda NTT. Rombongan disambut Kapolres Belu, Penjabat Bupati Belu, Bupati Belu terpilih, Penjabat Bupati Malaka, Pimpinan Forkompinda serta Konsulat RDTL untuk Indonesia secara adat Belu hase hawaka.

Kapolda NTT ketika mengunjungi Polres Belu.

Kapolda NTT ketika mengunjungi Polres Belu.

Kesempatan kunker itu juga, Kapolda Widyo begitu terharu sebab 33 tahun silam, Kapolda pernah bertugas di Polres Belu, sebagai Dansat Reskrim Polres Belu. Lebih dari itu, Kapolda begitu gembira karena bertemu dengan beberapa anggotanya semasa beliau bertugas di Polres Belu tahun 1983 hingga 1986.

Kapolda NTT, Brigjen Pol. Estasius Widyo Sunaryo dalam arahannya saat tatap muka bersama keluarga besar Polres Belu dan Subden 2 Pelopor Atambua di Mako Polres Belu meminta kepada seluruh jajaran anggota Polri agar tetap semangat dimanapun bertugas dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dimanapun anggota bertugas, harus tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Karena kalau bukan kita siapa lagi,” tutur dia.

Dikemukakan, dirinya sedang melakukan kunjungan kerja di daratan Timor sejak menjabat sebagai Kapolda NTT dan hari ini adalah kunjungan ketiga di tingkat Polres jajaran Polda, untuk melihat kondisi Polres dan personil Polri juga akan meninjau pos Polisi di perbatasan Mota’ain, terutama melihat kondisi fasilitas dan kesiapan anggota yang menjaga keamanan di Perbatasan RI-RDTL.

“Kampung pertama saya di Atambua. Sejak ditinggalkan 33 tahun lalu, banyak kemajuan di Polres Belu dan masih banyak yang harus kita benahi,” ujar dia.

Ditegaskan, anggota Polri harus berlari, bekerja cepat dan cepat tidak lagi bersantai-satai dalam bekerja. Kapolres dan seluruh jajaran jangan senang kalau Mapolres dan Kapolsek rame. Itu tandanya Polisi tidak ada kerja. Karena itu dilakukan jadwal ulang agar sering mengunjungi masyarakat agar mudah untuk peroleh masalah-masalah yang terjadi.

“Jangan terlalu duduk di kantor, tapi turun ke lapangan karena disitu banyak masalah. Kaitan kasus trafficking saat ini tidak ada, dan saya harap turun ke lokasi karena masih ada warga yang jadi korban,” ujar Widyo.

Mantan Dansat Reskrim itu berpesan kepada seluruh personil agar menjaga kekompakan ke dalam internal, jangan ada yang saling bisik-bisik dan pro atau beking sana beking sini. “Jaga juga solidaritas dengan TNI, juga komponen terkait. Kita adalah satu, hanya tugas kita yg berbeda, kita jaga keutuhan NKRI. Saling kordinasi dan bekerjasama dengan lintas sektor di perbatasan sehingga wilayah batasnya aman,” tutur dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top