HUKUM & KRIMINAL

Keluarga Pertanyakan Proses Hukum atas Polisi Pelaku Pengiayaan Herminus Halek

ATAMBUA, Kilastimor.com-Keluarga Herminus Halek pertanyakan proses hukum terhadap kasus Herminus yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tindak kekerasan yakni menggigit tangan salah satu oknum anggota Polres Belu.

“Kenapa dia (Herminus,red) kasusnya diproses dan ditahan, sedangkan kasus dirinya yang dianiaya tidak diproses,” ungkap Tadeus Anao disela-sela audienasi dengan DPRD Belu, Senin (01/02/2016).

Herminus Halek (menghadap kamera) sedang bercengkerama dengan keluarganya di Kejari Atambua.

Herminus Halek (menghadap kamera) sedang bercengkerama dengan keluarganya di Kejari Atambua.

Menurut Tadeus, pada kasus pertama sesuai dengan pernyataan resmi dari Polisi, kasusnya sudah selesai dan Herminus dibawa pulang. Kedua biar kasusnya imbang, Herminus diminta lapor kembali ke Propam terkait oknum Polisi yang menganiaya dirinya dan BAP itu dikawal langsung mantan Kapolres sebelumnya.

“Mengapa kasus Herminus dilimpahkan ke pengadilan, sementara kasus Herminus dianiaya tidak dilimpahkan. Mengapa kasus ini sejak awal tidak diproses, tapi setelah Kapolres lama pindah baru diusut lagi,” tanya Tadeus.

Terkait hal itu, pihak keluarga merasa tidak puas dengan proses hukum terhadap Herminus yang dilakukan pihak Polres Belu. Sehingga keluarga memilih mendatangi DPRD untuk menyampaikan aspirasi terkait kasus yang dialami Herminus.

“Kami tidak puas, sehingga lewat DPRD kami adukan aspirasi karena kami ini orang awam. Ada kejanggalan proses penegakan hukum terhadap adik saya,” ujar kakak Herminus itu.

Tadeus meminta DPRD Belu untuk mengawal kasus Herminus yang penuh kejanggalan dan meminta keadilan dari polisi dalam kasus tersebut. “Keluarga besar meminta keadilan hukum terhadap kasus Herminus yang telah ditahan di Lapas Atambua,” tegas dia.

Baca Juga :   Bengkel Appek dan HI Bangun Pemahaman Warga Tentang Network

Terpisah, Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gede Artha yang dihubungi media mengatakan, akan segera mengecek kasus penganiayaan anggotanya terhadap Herminus.
“Nanti saya akan cek ke Propam soal penanganan kasusnya sejauh mana. Juga akan dalami kasus laporan dugaan korupsi dana tunsus guru di Belu,” ucap dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Belu AKP Jefri FanggidaE menuturkan, Herminus Halek saat diperiksa terkait kasus dugaan akta IV dan kita lakukan pendalaman kasus dugaan akta palsunya.

“Herminus itu bukan dikeroyok, dia hanya diamankan ke Propam tapi melawan dan gigit tangan anggota. Selama ini tidak ada laporan pengeroyokan dari Herminus,” ucap dia.

Tambah FanggidaE, selama ini tidak ada laporan kasus dugaan korupsi tunsus dari Herminus, sehingga tidak ada proses kasus tersebut.

Untuk diketahui, Herminus Halek guru tenaga kontrak di SMP Kimbana, Tasbar ditahan oleh Polisi sebagai tersangka sejak tanggal 8 Januari dan telah dilimpahkan ke Kejari Atambua. Herminus telah menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Atambua, Kamis (28/01/2016) lalu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top