RAGAM

Pejabat Asal Malaka di Belu Harus Loyal Kepada Pimpinan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kabupaten Malaka kini telah menjadi kabupaten defenitif pasca memiliki bupati./wabup yang defeinitif.
Walau demikian, Kabupaten Malaka tidak tetap membangun komunikasi dan kerja sama dengan Kabupaten Belu, sebagai kabupaten induk sebelumnya.
Demikian dikatakan Bupati Malaka, Stefanus Bria kepada awak media usai rapat bersama Bupati/Wabup Belu, Willy Lay dan Ose Luan, Sekda Belu serta Pimpinan SKPD Belu, ketika melakukan kunjungan silaturahmi bersama Wabup Daniel Asa serta beberapa pimpinan SKPD ke Pemkab Belu, Sabtu (27/02/2016).

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Menurut Bria, kunjungan pihaknya ke Belu bukan kunjungan luar biasa, tapi sebagai bentuk hormat menghormati dalam tatanan pemerintahan. Secara hirarki, pihaknya harus melaporkan diri ke Bupati dan Wakil Bupati Belu serta Forkompinda. “Karena Malaka adalah bagian dari Belu yang sudah mekar, kita harus datang lakukan silaturahmi,” terang dia.

Dia menuturkan, selain silaturahmi pihaknya juga berkepentingan karena memiliki banyak aset yang perlu diselesaikan antara Belu dan Malaka, termasuk aset hidup seperti Sekda Belu, Kadis Pertanian dan Perkebunan Belu, Kadis Dinsosnakertrans serta beberapa lainnya.

“Saya titip warga Malaka yang kerja di wilayah Belu agar kerja baik-baik, loyal kepada pimpinan dan tidak boleh lobi sana-sini,” kata Bria mengingatkan.

Jelas Bria, pasca pisah dari Kabupaten induk tiga tahun silam penggunaan fasilitas umum di Malaka hingga kini belum ada apa-apa. Belum mempunyai bandara, oleh karena akan gunakaan bandara A.A Bere Tallo dan pelabuhan Atapupu untuk kelancaran transportasi dari Kabupaten Malaka.

“Kita mohon ke Bupati Belu agar dibuatkan dibuatkan infrastruktur jalan yang bagus hingga perbatasan Kabupaten Belu dan Malaka, sehingga lancar adanya,” pinta dia.

Dikatakan, Pemkab Malaka dan Belu telah bersepakat tenaga pegawai khusus guru yang dikembalikan ke Belu akan dikembalikan ke Kabupaten Malaka. “Setelah prajabatan akan dikirim ke Bupati Malaka dan akan menempatkan di tempat dan gajinya akan ditanggung Pemkab Induk,” ucap Bria.

Mantan Kadis Kesehatan Propinsi NTT itu, pihaknya akan memberikan perhatian utama kepada kesehatan dan organisasi kamanusiaan lainnya dimana merupakan salah satu program dalam lima tahun kedepan.

“Kami juga akan lakukan revolusi pertanian, karena rakyat tidak boleh lapar dan kami sudah minta tim dari undana untuk lakukan kajian akademisnya. Kami minta juga pers kawal, kalau kami salah ingatkan dan kalau kami benar maka wartakan yang benar,” tandas dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top