HUKUM & KRIMINAL

Pelaku Pengrusakan Beringin Pemali akan Diberi Sanksi Adat

BETUN, Kilastimor.com-Pelaku pengrusakan kayu pemali di tafatik Ailotuk, Laran, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah akan dikenakan sanksi adat. Tua Adat di Tafatik Laran dan Wehali harus duduk bersama untuk membicarakan sangsi adat sekaligus pelaksanaan ritual adat untuk “Hamanas” kayu pemali itu.
Hal itu disampaikan Pemangku Adat Liurai Malaka, Dominikus Kloit Tei Seran di Tafatik Ailotuk Laran, Sabtu (13/2).

Dominikus Kloit Tei Seran

Dominikus Kloit Tei Seran

Untuk sementara paparnya, semua orang adat belum bisa menggelar rapat adat, untuk membicarakan hal itu. Semua akan dibahas dalam beberapa waktu mendatang. “Kita akan cari waktu yang baik sehingga tidak bertabrakan dengan hajatan penting pemerintahan dan urusan adat penting lainnya. Yang jelas para fukun dan orang tua adat yang akan membicarakan masalah itu dan hasilnya Liurai hanya merestui. Keputusan adat itu harus ditaati dan biasanya dilakukan dengan denda adat supaya pelaku jerah dan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” sebutnya.

“Kita juga sangat menyesal karena pengrusakan kayu pemali itu dilakukan sendiri orang dalam kerajaan yang harusnya ikut menjaga dan memelihara kayu pemali itu. Setiap tiga tahun biasanya dilakukan ritual adat yang terpusat di Wematan Maromak untuk melindungi sumber mata air dan kayu-kayu besar yang diyakini orang adat memiliki tuah dan kekuatan. Ini benar-benar pemali dan tidak boleh dipotong oleh siapapun dengan alasan apapun,” tegasnya.

Disebutkan, semua pihak hendaknya memahami bahwa tafatik di Laran dan semua situs budaya disana bukan hanya milik orang Laran saja, tetapi komunitas adat Malaka mulai dari Laran hingga Larantuka, di Pulau Flores. Kayu pemali itu memiliki situs sejarah dan sudah hidup ratusan tahun dan saat ini masih hidup sehingga harus dirawat dan dipelihara. “Kalau orang mau potong dahannya saja pun harus melalui upacara adat yang dilakukan orang tua adat. Yang jelasnya kita akan “hamanas” atau pemulihan kembali dengan adat supaya masyarakat tidak serampangan menebang pohon,” pungkasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top