RAGAM

Pemkab Belu Genjot Kepemilikan Akta Kelahiran

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana melakukan Memorandum of understanding (MoU).

Wilibrodus Leto

Wilibrodus Leto

Mou menindak lanjuti surat edaran Menteri dalam Negeri No.472.11/4954/SJ. Tanggal 31 Agustus 2015, tentang peningkatan cakupan kepemilikan Akta Kelahiran di kalangan anak usia 0-18 tahun berlangsung diruang kerja Sekda Belu, Kamis (04/02/2016).

Sekda Belu Petrus Bere mengemukakan, sesuai program nawacita Presiden RI Jokowi, untuk peningkatan kepemilikan akta kelahiran bagi penduduk usia 0-18 tahun di seluruh Indonesia, maka dilakukan MoU antara Dinas terkait dalam rangka peningkatkan kepemilikan akta kelahiran.

“MoU ini untuk mengenjot kepemilikan akta kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun di kabupaten Belu, sebab sesuai data pada Dinas Kependukan dan Pencatatan Sipil hingga saat ini baru mencapai 24,46%,” ujar Bere.

Diharapkan, agar Dinas terkait yang melakukan MoU dalam rangka genjot kepemillikan akta kelahiran anak usia 0-8 tahun di wilayah Belu dapat bekerja dengan maksimal sehingga target yang diharapkan pada tahun 2016 ini dapat terealisasi.

“Melalui MoU tahun ini kepemilikan akta kelahiran bagi anak-anak usia 0-18 dapat ditingkatkan, juga kondisi data yang baru capai 24,46% di Dinas dengan adanya MoU ini, presentasi peningkatan dapat tercapai,” pinta Bere.

Kesempatan itu Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Belu, Willibrodus Leto mengatakan peningkatan cakupan kepemilikan akta kelahiran merupakan salah satu agenda pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah dan melaui MoU ini akan meningkatkan cakupan akta kelahiran di kabupaten Belu.

Baca Juga :   225 Warga Baru di Numponi Dukung SBS-DA

Dijelaskan, dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 disebutkan, target nasional indikator kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun, yaitu 75 persen pada tahun 2015.

Lanjut Leto, pada tahun 2016 sebanyak 77,5 persen. Sedangkan tahun 2017 menjadi 82,5 persen dan tahun 2018 dan 2019 target kepemilikan akta kelahiran mencapai 85 persen.
Untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat itu maka perlu bangun kerjasama/ sinergitas antara dinas terkait melalui MoU sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai.

“Untuk presentase kepemilikan KTP Elektronik di Belu sudah melampaui target sedangkan untuk akta kelahiran baru 24,46% jauh dibawah target yaitu 75%. Kita akan lakukan upaya jemput bola untuk tingkatkan target ditahun 2016 ini dapat terealisasi,” harap Leto. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top