RAGAM

Penjabat Bupati Malaka Buka Kartu. Sembilan Bulan Memimpin, Dia Hanya Didukung Satu SKPD

BETUN, Kilastimor.com-Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere membeberkan suka dukanya memimpin Malaka selama sembilan lebih. Dia mengaku, selama menjabat sebagai Penjabat Bupati Malaka, dirinya hanya mendapatkan dukungan penuh dari satu SKPD yakni Bappeda Malaka. Sementara lainnya hanya setengah hati bahkan tidak mendukung sama sekali. Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere kepada wartawan di rujab Kawasan Kebun Sirih Atokama malam ini, Sabtu (13/2).

Donatus Bere

Donatus Bere

Sisa empat hari lagi papar Don Bere, dirinya akan menyerahkan jabatan kepada Bupati dan Wakil Bupati definitif, sehingga dirinya harus secara terbuka kepada seluruh masyarakat Malaka, tentang kepemimpinan dirinya selama 9 bulan lebih, sebagai Penjabat Bupati Malaka.

Dikatakan, walau tidak mendapatkan dukungan dari SKPD, dirinya tetap berjalan sendiri dengan Bappeda dan para camat. Bappeda sangat membantu dirinya, sehingga bisa menyelenggarakan rapat Perubahan Anggaran tahun 2015 dan membahas APBD 2016.

Bagianya, perlakuan yang ada, sangat menyakitkan, tetapi itu resiko menjadi pemimpin transisi. Dirinya, tetap berjalan, dan pantang menyerah hingga bisa menyelenggarakan Pemilukada pertama Malaka dengan baik dan sukses tanpa masalah. “Saya mengetahui apa maksud dan strategi yang dimainkan. Mereka memang sengaja tidak mengeksekusi anggaran di SKPD supaya menunjukkan kepada masyarakat bahwa bupatinya tidak mampu. Saya tahu benar itu, sebuah penggembosan yang seharusnya tidak perlu terjadi, bila mereka memiliki nurani dan mencintai masyarakat Malaka,” tuturnya.

Bahkan tambah Sekda Malaka itu, ada yang berkomentar bahwa penjabatnya yang bodoh. “Ya, tidak apa. Itu hak mereka berkomentar dan saya tidak perlu marah. Itu resiko dari sebuah jabatan dalam pemerintahan transisi. Saya tetap kerja, kerja dan kerja. Soal berhasil atau tidak berhasil, biar masyarakatlah yang menilai. Yang jelasnya dalam beberapa tahun terakhir waktu menjabat Sekda atau Penjabat Bupati Malaka, kita sudah mengeksekusi banyak anggaran dan dinikmati rakyat walau disana sini masih ada kekurangan,” ungkapnya lirih.

Pada tahun 2014, APBD Malaka baru mencapai Rp 375 miliar, termasuk gaji pegawai. Tahun 2015, APBD Malaka sudah naik menjadi Rp 500 miliar lebih dan tahun 2016 naik menjadi Rp 820 miliar. “Dalam tahun 2016, belanja modal kita Rp 200 miliar, lebih belum termasuk belanja barang dan jasa. Selama ini kebijakan yang ditempuh yakni kita mengalokasikan anggaran untuk belanja aparatur hanya 30 persen, dan belanja modal kita genjot hingga 70 persen. Ini bukti bahwa kita komit untuk membangun dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” terangnya.

Dalam sembilan bulan lebih dirinya memimpin, memang tidak banyak yang bisa diberikan kepada masyarakat, dengan tenggang waktu yang sempit itu. Walau demikian, dirinya menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak telah membantu dirinya, sebagai penjabat Bupati Malaka dengan caranya masing-masing, untuk membangun Malaka. “Saya juga sadar bahwa selama memimpin dalam masa transisi ini, banyak hal yang masih kurang, sehingga saya mohon maaf. Tapi satu hal yang perlu kita catat bersama, bahwa apa yang kita lakukan selama ini hanya semata untuk membangun Malaka, menuju perubahan yang lebih baik. Semua tergantung niat baik dan tindakan konkrit yang bisa kita lakukan untuk Malaka,” katanya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top