RAGAM

Penjabat Desa Nabutaek Diduga “Sunat” Tunjangan Aparat

BETUN, Kilastimor.com-Penjabat Kepala Desa Nabutaek-Kecamatan Rinhat, Herminus Seran dan Sekretaris Desa Nabutaek, Rikardus Nahak diduga kuat “menyunat” dan memotong tunjangan aparat desa Nabutaek tanpa penjelasan kepada yang berhak. Mereka dinilai secara sepihak memotong tunjangan kaur desa per orang Rp 600 ribu, kepala dusun per orang Rp 550 ribu belum termasuk BPD, RT,RW dan LPM Desa Nabutaek.
Hal iti disampaikan. Kepala Dusun Fatuklaran-Desa Nabutaek, Romanus Seran kepada wartawan saat mengadukan persoalan itu di Komisi I DPRD Malaka, Senin (1/2).

Doddy Tei Seran

Doddy Tey Seran

“Kami datang mengadukan persoalan pemotongan tunjangan kami oleh kades dan sekdes ke DPRD Malaka komisi I. Kami minta supaya DPRD malaka menfasilitasi penyelesaian persoalan ini sehingga tidak merugikan kami sebagai aparat desa. Kami juga sudah bekerja dan saat hak kami dibayar ternyata masih dipotong sehingga kami tidak puas,” paparnya.

“Kita minta supaya masalah ini diklarifikasi agar bisa jelas bagi masyarakat, khususnya bagi aparat desa yang merasa dirugikan. Pemotongan tunjangan itu dilakukan dalam pembayaran tunjangan aparat desa empat bulan terakhir,” jelasnya.

Ketua Komisi I DPRD Malaka, Doddy Tey Seran ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan hal itu. “Kita tadi menerima pengaduan dari aparat desa Nabutaek terkait dugaan pemotongan tunjangan mereka. Laporannya kita sudah terima dan kita akan koordinasikan dengan mitra komisi di BPMPD Malaka, untuk melakukan klarifikasi bersama di desa Nabutaek. Kita akan berkoordinasi dengan BPMPD, Camat Rinhat, Penjabat Desa dan Sekdes Nabutaek untuk bersama melakukan klarifikasi persoalan ini secara bersama supaya tuntas,” tandasnya. (oni)

Baca Juga :   Rekonstruksi Kematian Hilarius Luan Nyaris Ricuh
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top