RAGAM

Polisi Dinilai Tidak Adil, APRB Demo Tuntut Usut Kasus Tunsus dan Bebaskan Herminus Halek

ATAMBUA, Kilastimor-Massa yang menamakan diri Aliansi Perjuangan Rakyat Belu (APRB) yang tergabung dari Forum Solidaritas Guru dan Orang Kecil (Fosogok), Pemuda, Guru-guru dan Keluarga besar Herminus Halek menggelar aksi demo di gedung DPRD Belu, Senin (01/02/2016).
Dalam aksi unjukrasa tersebut APRB menyoroti beberapa permasalahan diantaranya masalah tunjangan khusus (tunsus) guru di Belu yang menuai masalah, sebab sebagian guru tidak mendapatkan program tersebut.

APRB demo tuntut penuntasan tunsus dan bebaskan Herminus Halek.

APRB demo tuntut penuntasan tunsus dan bebaskan Herminus Halek.

Lebih miris lagi ketika meneropong kedalam mekanisme mendapatkan tunsus yang sarat dengan perilaku penyelewengan terhadap nilai keadilan. Hal ini terjadi dalam bentuk dugaan tindakan pungutan liar (Pungli) yang berjumlah minimal Rp 500.000 hingga Rp 5.000.000 yang harus diberikan kepada kepala seksi pengelola tunsus, Yan Keri Asa.

Berkaitan dengan praktek pungutan liar itu, forum solidaritas guru dan orang kecil (Fosogok) telah melakukan tindakan protes di DPRD Belu pada tanggal 28 Agustus 2015 lalu, dengan beberapa tuntutan terkait dengan problem yang dialami guru-guru di wilayah Belu.

Namun tuntutan tersebut hingga kini tidak ditindaklanjuti oleh DPRD Belu. APRB menganggap DPRD Belu tengah melakukan pembiaran atas masalah tunsus yang terjadi dan DPRD Belu tidak menjalankan perannya sama sekali. Berdasarkan kinerja DPRD Belu kami juga menyatakan bahwa DPRD Belu tengah dininabobokan dengan fungsi pengawasannya.

Baca Juga :   Herman Man Ramaikan Bursa Pemilihan Ketua DPD PAN Kota Kupang

Bersamaan dengan aksi protes itu, telah terjadi beberapa penjagalan aparat kepolisian kepada salah satu pelopor gerakan aksi yakni Herminus Halek. Adapun bentuk penjagalan tersebut melalui dugaan pemalsuan akta mengajar (Akta-IV), yang berujung pada kasus pemukulan oleh aparat kepolisian terhadap Herminus Hallek, dan dibalas dengan gigitan oleh Herminus kepada oknum polisi, Hadisamsul Bahri.

Konflik ini kemudian di limpahkan ke Pengadilan Negeri kelas I B Atambua, dengan menyatakan Herminus Halek sebagai tersangka karena melakukan gigitan terhadap oknum Polisi tersebut. Kejadian kriminal yang didakwakan kepada Herminus, ditemukan beberapa kejanggalan terkait dengan protes hukum yang dijalankannya. Untuk itu APRB juga menganggap bahwa pihak Kepolisian tengah menghilangkan nilai keadilan bagi Herminus Halek.

Terkait dengan gerakan protes guru dan kasus kriminal yang dianulir sebagai tindakan pidana, APRB mengganggap bahwa telah terjadi pemasungan terhadap ruang demokrasi di Belu dan bentuk lainnya yakni dua peristiwa yang terjadi dianggap ada proses penjagalan terhadap wujud protes rakyat tentang keadilan. Selain itu terjadi pengalihan masalah pokok terkait dengan masalah sebenarnya yakni tunsus yang memiliki kadar pungutan liar kepada masalah kriminal.

Aksi demo massa APRB diterima oleh Wakil Ketua I DPRD, Bene Hale, Wakil Ketua II DPRD, Jeremias Manek Seran Junior, serta Komisi I DPRD Belu. Dihadapan Dewan Koordinator lapangan APRB, Aprianus Hale menyampaikan pernyataan sikap diantaranya meminta usut tuntas kasus tunsus di Belu, berikan keadilan bagi Herminus Halek, stop krimimalisasi terhadap rakyat dan hentikan budaya pungutan liar.

Baca Juga :   Nama RSPP Betun Tetap Dipertahankan

“Aliansi berharap dengan sikap pernyataan ini, DPRD bisa tindaklanjuti. Kasus tunsus dapat diselesaikan dengan adil dan pro pada kepentingan rakyat serta proses peradilan yang diselenggaraka bagi Herminus dapat dilakukan dengan seadil-adilnya. Apabila tidak ada tindaklanjut maka Aliansi akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak,” janji Hale.

Wakil Ketua I, DPRD Belu Bene Hale mengatakan, sebagai lembaga wakil rakyat akan menfasilitasi dan akan memanggil instansi yang berkompeten untuk dimintai penjelasan terkait tuntutan aliansi. “Dalam waktu dekat minggu ini kami akan hadirkan Dinas PPO dan Polres Belu untuk berikan klarifikasi,” ujar Bene. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top