HUKUM & KRIMINAL

Polisi Tetapkan Ibu Pembuang Bayi di Atambua Sebagai Tersangka. Pelaku Terancam Tujuh Tahun Penjara

ATAMBUA, Kilastimor.com-Tim Penyidik Polres Belu menetapkan, ibu pembuang bayi, Apriyanti Usbani (22) sebagai tersangka.
Apriyanti Usbani yang tega membuang bayinya, dijerat pasal 77 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014, junto pasal 308 KUHP, dan terancam hukuman selama tujuh tahun, karena setelah melahirkan, pelaku dengan sengaja menempatkan atau membuang anaknya.
Demikian penjalasan Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gede Artha melalui Kasat Reskrim, AKP Jeffris Fanggidae saat dihubungi media ini, Selasa (09/02/2016) di ruang kerjanya.

Jeffris Fanggidae

Jeffris Fanggidae

Menurut dia, penetapan Apriyanti Usbani sebagai tersangka pembuang bayi, karena polisi telah mengantongi sejumlah barang bukti dan alat bukti, setelah melakukan pengembangan kasus di TKP Halifehan dan memeriksa beberapa saksi.

“Kita periksa saudara dan iparnya tidak terlibat. Dari mereka kita dapat informasi, pelaku lakukan atas kemauannya sendiri. Tersangka pelaku tunggal, dan Apriyanti terancam hukuman selama tujuh tahun penjara,” ujar Jeffris.

Berdasarkan informasi dari keterangan saudara dan iparnya yang diperiksa penyidik, paparnya, aparat Polres Belu berhasil mengamankan pelaku Apriyanti Usbani Ibu kandung bayi pada Sabtu (07/02) sore lalu, di kediaman orang tuanya di kampung Kaubele, TTU.

“Sementara ini tersangka masih menjalani perawatan medis di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Atambua karena kondisinya masih lemah pasca melahirkan bayi yang telah berpulang itu,” tutur dia.

Dikatakan, motif pembuangan bayi tersebut belum diketahui pasti. Namun dari pengakuannya sendiri tersangka diketahui takut dengan orang tua dan keluarganya, lantaran mengandung diluar nikah. “Kita duga dia ambil jalan pintas dengan membuang darah dagingnya, karena hamil diluar nikah,” ucap Jefri.

Diberitakan sebelumnya, Apriyanti Usbani tega membuang bayi yang baru dilahirkannya pada Jumat (05/02) malam pekan lalu sekira pukul 20.30 Wita. Bayi malang perempuan hasil hubungan gelap dengan kekasihnya KS itu ditemukan Dion bersama isterinya di belakang kamar mandi mereka, di Halifehan, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top