RAGAM

Ranperda Pengabuan Jenazah Bakal Dibahas Pemkot dan DPRD Kota Kupang. Setujuhkah Anda?

KUPANG, Kilastimor.com-Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) soal pemakaman dan pengabuan jenazah, yang telah diajukan Pemerintah Kota Kupang, untuk dibahas bersama DPRD, dinilai tidak sesuai dengan ajaran agama, budaya masyarakat. Penilaian ini disampaikan kalangan DPRD dan tim ahli DPRD Kota Kupang.

John Tuba Helan

John Tuba Helan

Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Kupang, Djainudin Lonek kepada wartawan, Kamis (25/2) di gedung DPRD Kota Kupang mengatakan, rencana Pemerintah Kota Kupang untuk mengatur soal pemakaman dan pengabuan dinilai cukup baik, mengingat kondisi lahan yang semakin terbatas. Namun rencana itu harus diperhitungkan secara matang, terutama soal pengabuan jenazah. Karena sistem pengabuan jenazah hanya untuk umat beragama tertentu sangat diperboleh, asalkan tidak untuk untuk semua umat beragama lainnya. “Pengabuan jenazah ini hanya untuk umat Hindu, dipastikan tidak akan menjadi masalah sebab itu sudah menjadi ajaran agama tersebut,” bilangnya.

“Perda pemakaman setuju, apalagi rencanan detail tata ruang ada ruang untuk pemakaman. Tapi kalau pengabuan diwajibkan bagi semua umat yang tidak memiliki kepercayaan seperti itu, seperti kristen dan muslim, maka akan menimbul konflik ditengah masyarakat,” kata Ketua Baleg tersebut.

Djainudin mengatakan, Ranperda soal pemakaman dan pengabuan baru sebatas usul inisiatif dari pemerintah, dan semua akan dibahas bersama DPRD. Pada rapat bersama DPRD akan meminta pemerintah menjelaskan secara detail soal Ranperda usul inisiatif tersebut. Jika untuk ranperda pemakaman dan pengabuan, hanya mengatur soal pemakaman jangan lagi di halaman rumah seperti yang selama ini terjadi, dan soal pengabuan hanya untuk umat beragama, tertentu maka DPRD pasti akan menyetujuinya

Baca Juga :   Bria Seran–Asa Komit Penuhi Janji Kampanye

Sementara itu, salah satu Staf Ahli DPR Kota Kupang, Jhon Tuba Helan, yang dimintai komentarnya soal Ranperda Pemakaman dan Pengabuan jenazah mengatakan, Ranperda yang diajukan pemerintah soal pemakama dan pengabuan jenasah, harus dikaji secara baik sehingga, ketika ranperda itu sudah ditetapkan sedapat mungkin tidak bertentangan dengan nilai agama, dan budaya masyarakat.

“Memang belum ada penjelasan dari pemerintah soal Ranperda tersebut. Apakah pengabuan hanya untuk umat beragama tertentu, atau untuk semua umat beragama. Kalau untuk semua umat, maka perlu diperhatikan Nilai-nilai budaya dan agama itu harus dijaga. Jangan sampai perda baru bukan mengatasi masalah tapi tambah masalah,” pungkasnya. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top