HUKUM & KRIMINAL

Rusaki Hali Ksadan Lulik di Laran, Dua Warga Dilaporkan Kloit Tei Seran

BETUN, Kilastimor.com-Beringin pemali yang lasim disebut Hali Ksadan Lulik yang dipelihara sebagai situs sejarah di Kerajaan Laran-Desa Wehali dirusak warga, Kamis (11/2). Dua warga yang diduga merusak dan mau menebang pohon pemali itu masing-masing, Agustinus Manek dan Jack Manek. Mereka memotong dan menggundulkan dahan pohon. Kalau tidak ditegur dipastikan pohon pemali itu sudah ditebang. Perbuatan itu kedua warga tersebut, diadukan ke polsek Betun, Jumat (12/2).

Ilustrasi Beringin

Ilustrasi Beringin

Tokoh Adat Malaka, Dominikus Kloit Tei Seran di Mapolsek Betun, Jumat (12/2) mengatakan, pihaknya terpaksa melaporkan kedua warga itu, karena dinilai telah merusak situs bersejarah yang sudah dilindungi ratusan tahun. “Kemarin Pius Teti yang melihat kejadian dan melaporkan kepada saya tadi pagi. Saya datang untuk laporkan ke laporkan ke Polisi,” terangnya.

Dikatakan, memang ini urusan adat, tetapi pemotongan beringin pemali bisa berdampak bagi seluruh masyarakat adat di Wehali. “Tadi secara lisan kita sudah laporkan ke polisi dan kedua perusak sudah dipanggil polisi untuk diperiksa. Kita belum membuat laporan polisi dan sesuai arahan pihak kepolisian kita perlu membicarakannya di lingkungan adat,” paparnya.

Disebutkan, pihaknya sangat menyesalkan kejadian ini, karena merusak benda cagar budaya yang harusnya dilindungi dan dipelihara warga. “Nanti kita akan kumpulkan semua orang adat membicarakan masalah ini,” tandasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top