RAGAM

Status Bermasalah, Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu di Universitas PGRI NTT belum Bisa Dicairkan

KUPANG, Kilastimor.com-Pemerintah Kota Kupang saat ini menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Banyak mahasiswa penerima telah mencairkannya. Sementara bagi mahasiswa yang kuliah di Universitas PGRI NTT, Kupang, belum bisa dilakukan pencairan beasiswa dari Pemkot. Pasalnya, status kelembagaan universitas itu masih bermasalah dan dalam proses hukum. Penyaluran beasiswa bagi mahasiswa Universitas PGRI NTT, Kupang, baru akan diberikan, setelah status kelembagaan mereka jelas. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Jerhans Ledoh kepada wartawan di kantornya, belum lama ini.

Jerhans Ledoh

Jerhans Ledoh

Menurutnya, program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu yang saat ini kuliah di Universitas PGRI baru akan diberikan kali berikut, setelah kemelut kepengurusan yayasan dan rektorat di lembaga tersebut terselesaikan.
“Kami belum bisa memberikan, karena takutnya menimbulkan masalah. Kami tetap akan memberikan setelah status kelembagaan di PGRI jelas. Saat ini, program beasiswa Pemerintah Kota bagi mahaiswa kurang mampu ini hanya PGRI saja yang tidak mendapatnya. Sementara penerima yang namanya terdata hampair tersebar di universtas lain di Kota Kupang baik swasata maupun negeri, telah diberikan,” kata Jerhans.

Jerhans mengatakan, jumlah penerima beasiswa saat ini yang terdata sebanyak 1. 367 orang yang akan diajukan perubahan melalui kesepakatan DPRD dan pemerintah nantinya.

Sementara disinggung soal lebih dari 10 penerima beasiswa yang telah mendapatkan beasiswa dari lembagaan lain dan mendapat lagi beasiswa dari Pemerintah Kota Kupang, Jerhans mengatakan, hal tersebut tentunya tidak menjadi masalah, karena ada yang mendapat dobel itu merupakan usahanya.

Baca Juga :   Menuju Polres Persiapan Malaka, Polsek Betun Jadi Polsek Urban

Sebelumnya, Wali Kota Kupang, Jonas Salean pada saat berkantor di Nunbaun Delha, mengatakan, soal mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang mendapat pendobelan bantaun beasiswa dari lembaga lain dan Pemerintah Kota Kupang, merupakan hal yang wajar. Karena beasiwa yang sudah didapat dari lembaga lain dan mendapat lagi dari Pemerintah Kota Kupang merupakan suatu dorongan baginya, sebab dia dianggap mampu.

Jonas mencontohkan, ada yang dari keluarga kurang mampu mendapat bantuan dari presiden, dan kemudian mendapat bantuan dari Pemerintah Kota itu merupakan hal yang bagus, sebab itu akan memotivasi baginya untuk belajar. “Soal pendobelan harus dipahami, asal tidak dari pemerintah pada tingkatan yang sama. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top