HUKUM & KRIMINAL

Terdakwa Human Trafficking Kesal Karena Polisi Tak Bisa Menangkap Alex Massan

SOE, Kilastimor.com-Salah seorang terdakwa dugaan perdagangan orang atau Human Trafficking, Rongky Tfuakani mengaku kesal dengan tindakan penyidik Polres TTS yang tidak bisa menangkap Alex Massan selaku Direktur CV. Vio-Vio Kencana Mandiri, sebagai perusahaan penyalur tenaga kerja yang menampung Dina Mariana Fallo (16) dan Marlis Tefa (14) untuk pekerjakan ke luar negeri melalui Medan, Sumatera Utara.

Ketiga terdakwa masing-masing Rongky Tfuakani, Armen Mamo dan Melkianus Olla ketika mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri SoE, Selasa (23/2).

Ketiga terdakwa masing-masing Rongky Tfuakani, Armen Mamo dan Melkianus Olla ketika mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri SoE, Selasa (23/2).

Kepada media ini sebelum menjalani sidang perdana dengan agenda pemeriksaan saksi, Selasa 23/2 di ruang tahanan pengadilan mengatakan, dirinya sangat kesal dengan tindakan polisi yang belum menangkap Alex Massan. Pasalnya, Alex adalah orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini.

Menurut Rongky, dua korban anak dibawa umur masing-masing Dina Fallo dan Marni Tefa diantar dirinya kepada Alex sebagai pemilik perusahaan penyalur tenaga kerja. “Saya memang yang antar Dina dan Marni langsung ke tangan Alex,” aku Rongky.
Sayangnya hingga kasus perdagangan anak dibawa umur ini dibawa ke persidangan, polisi tidak mampu menangkap Alex dengan alasan Alex Massa belum diketahui keberadaannya.

Dalil lain diutarakan oleh penyidik dari Polsek Kapan, Bripka Yandri Tlonaen. Melalui telepon selularnya Selasa (23/2) mengatakan, Alex telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). “Kita sudah cari, tapi belum juga ketemu, sehingga kami telah tetapkan sebagai DPO,” jelas Yandri.

Yandri Tlonaen mengaku pernah sekali mencari Alex Massan ke kantornya di Kupang, tapi tidak bertemu dengan Alex. Yang dia temui hanya kakak dari Alex Massan. “Kita pernah ke kantornya di Kupang, yang kami ketemu hanya kakaknya sedangkan Alex tidak ada dikantornya,” ujar Yandri Tlonaen.

Sumber yang dipercaya kepada media ini di SoE menyebutkan, sesungguhnya Alex Massan tidak lari kemana-mama. Alex ada di Kupang dan polisi sudah mengetahui keberadaan Alex, tapi karena ada ‘kongkalikong’ antara Alex dengan polisi sehingga polisi beralasan bahwa masih mencari Alex.

Sementara ibu kandung korban Welmince Fallo yang ditemui di kantor pengadilan Negeri SoE Selasa (23/2) mengaku sedih sekaligus kecewa karena anaknya, Dina Mariani Fallo (16) tahun yang menjadi korban perdagangan orang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top