RAGAM

Tumpangi Mobil Gerindra, FMP Malaka Bantah Ditunggangi

BETUN, Kilastimor.com-Forum Masyarakat Peduli Masyarakat (FPM) Malaka membantah kehadiran mereka ditunggangi kepentingan-kepentingan tertentu. FPM menyebutkan kedatangan pihaknya murni dari kelompok masyarakat yang berasal dari berbagai kecamatan di Malaka yang murni memperjuangkan aspirasi rakyat Malaka.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Forum Masyarakat Peduli Malaka, usai pertemuan dengan 14 anggota DPRD Malaka di Betun, Kamis (11/2).

Tampak DPRD Malaka mendengarkan tuntutan FPM Malaka.

Tampak DPRD Malaka mendengarkan tuntutan FPM Malaka.

Jubir Forum, Wilfridus Son Lau kepada wartawan mengatakan pihaknya murni menyampaikan aspirasinya terkait berbagai keganjilan dan persoalan yang harus diperbaiki di Malaka. “Kami datang ke rumah rakyat untuk menyampaikan aspirasi kami. Kami inginkan Malaka dibangun sesuai harapan dan keinginan seluruh masyarakat Malaka. Kita jangan ciptakan dinasti di Malaka tetapi harus bekerja bagi seluruh kepentingan masyarakat,” sebutnya.

Pihaknya datang kesini membawa delegasi dari Kecamatan Weliman, Malaka Tengah dan Kobalima. Niat pihaknya untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan sehingga kehadiran Kabupaten Malaka bisa memberikan harapan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Pantauan media ini, seluruh wartawan media sosial, cetak dan elektronik serta intel kepolisian ikut memantau kegiatan pengaduan masyarakat hari ini. Pasalnya, sejak pagi tadi sudah ada isu santer yang berkembang di Kota Betun bahwa akan terjadi aksi demonstrasi besar-besaran yang dimotori FMP Malaka.

Masih menurut pantauan wartawan media ini, sejak pagi jam 10.00 Wita, massa dari beberapa kecamatan di Malaka mulai berduyun-duyun dan berkumpul di rumahnya salah seorang pengusaha asal Kota Betun di dekat terminal Kota Betun (Jurusan Tubaki). Mobil ojek dan sepeda motor terlihat sangat banyak diparkir didepan rumah pengusaha itu. Semuanya berkumpul dan memenuhi halaman rumah didalam pagar, sehingga agak sulit memantau kegiatan mereka dari luar pagar.

Diduga aksi demo tidak terjadi, karena mereka hanya mengutus beberapa warga sebagai perwakilan mengadukan persoalan yang dihadapi di dewan. Semua pihak termasuk wartawan yang hadir, sangat curiga karena mobil yang ditumpangi perwakilan masyarakat sebanyak dua mobil. Satunya berwarna putih yakni mobil ambulance bertuliskan Gerindra dan mobil satunya berplat hitam dan diidentifikasi pemiliknya adalah calon bupati Malaka yang kalah, dalam perhelatan Pilkada Malaka 9 Desember lalu. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top