RAGAM

1 April, Iuran BPJS Kesehatan Naik

ATAMBUA, Kilastimor.com-Terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Plh. Kepala Cabang BPJS Atambua, Deny J.E.P Mase menggelar Konfrensi Pers. Deny J.E.P. Mase dalam penjelasannya, Rabu (16/3) mengemukakan, konferensi pers dilakukan secara serentak untuk sosialisasi Peraturan Presiden No 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden No 12 tahun 2013 Tentang jaminan kesehatan.
“Hari ini konferensi dilakukan secara serentak diseluruh indonesia. Dengan adanya konferensi ini masyarakat dapat mengetahui soal perubahan-perubahan peraturan presiden tentang iuran BPJS, sehingga saat diterapkan perpres tidak kaget,” ujar dia.

BPJS kesehatan Cabang Belu menggelar konfrensi pers terkait kenaikan iuran BPJS.

BPJS kesehatan Cabang Belu menggelar konfrensi pers terkait kenaikan iuran BPJS.

Jelas Mase, sosialisasi perpres tersebut dilakukan sesuai amanat undang-undang dan juga merupakan suatu wujud dari evaluasi bersama. Adapun penyesuaian iuran peserta penerima bantuan iuran (PBI).

Dituturkan dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2013 itu Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Bukan Penerima Upah per porang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III sebesar Rp 25.000, sementara pada Perpres No 19 Tahun 2016 menjadi sebesar Rp 30.000.

Lanjut Mase, untuk perawatan kelas II dari nilai sebesar Rp 42.000 mengalami perubahan iurannya menjadi sebesar Rp 51.000 sedangkan untuk pelayanan di ruang perawatan kelas I berubah menjadi Rp 80.000. “Semua perubahan iuran itu mulai berlaku pada 1 April 2016 mendatang,” terang dia.

Terkait penyesuain iuran itu pihak BPJS menghimbaukan kepada seluruh stakeholder agar mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Belu, sehingga masyarakat umum bisa mengetahui adanya perubahan peraturan presiden.

“Perlu digaris bawahi praturan yang ditetapkan oleh presiden ini diperuntukan bagi kita semua, bukan miliknya BPJS atau Dinas Kesehatan tapi milik seluruh masyarakat Indonesia,” tandas dia.

Mase tambahkan, dengan adanya peraturan penyesuaian iuran tersebut ada beberapa manfaat yang diterima oleh masyarakat peserta BPJS yakni, masyarakat mencakup pelayanan KB (tubektomi interval) dan pemeriksaan medis dasar di rumah sakit (UGD).

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi Perpres No 19 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres No 12 Tahun 2013 yakni, Kadinkes Belu Theresia Saik, Asosiasi Perhimpunan Rumas Sakit cabang Belu yang diwakili dr.Fabby Lau, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Belu yang diwakili dr. Mega dan pihak RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua yang diwakili Petrus Bere. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top