HUKUM & KRIMINAL

Antipasi Maraknya Kedatangan Wanita Panggilan, Perlu Sinergitas Semua Masyarakat Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Dampak penutupan sejumlah lokalisasi di Jakarta, Bandung dan Surabaya, telah menyebabkan wanita panggilan menyebar ke berbagai tempat, termasuk ke Malaka. Karena itu, pemerintah bersama elemen masyarakat Malaka seperti kepolisian, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda serta elemen masyarakat lainnya perlu bersinergi, mengantisipasi datangnya wanita panggilan yang belakangan marak ke Kota Betun, Aparat Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri untuk mengeliminir hal itu, tetapi perlu melibatkan partisipasi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kapolsek Betun, AKP Wirhan Arif kepada wartawan usai mengikuti kegiatan rapat koordinasi terkait masalah AIDS di Betun, Senin (7/3).

 AKP Wirhan Arif

AKP Wirhan Arif

Dia mensinyalir belakangan ini kota betun didatangi wanita panggilan dari berbagai daerah misalnya dari Kupang dan Atambua. Pihak kepolisian tidak bisa mengambil tindakan secara hukum, kecuali ada laporan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Biasanya kedatangan wanita panggilan itu didatangkan oleh warga Kota Betun dan sangat sulit dideteksi, karena mereka dalam beroperasi tinggal di rumah penduduk dan bukan di hotel.

Biasanya mereka melakukan praktek esek-esek dan diatur oleh makelar yang menjemput. Kalau semua pihak menginginkan supaya masalah ini dapat dieliminir, maka harus ada kerja sama semua elemen masyarakat supaya mengantisipasi dan mengawasi pergerakan mereka disetiap kampung. Masyarakat harus proaktif. Tomas, tokoh agama dan tokoh adat , tokoh pemuda harus bersinergi guna mengeliminir persoalan sosial itu. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top