EKONOMI

Belu atau Kupang Bisa Jadi Tempat Pengelolaan Petrokimia Tahap Pertama Blok Masela

JAKARTA, Kilastimor.com-Pembagian Participating Interest (PI)pengelolaan gas Blok Masela untuk Maluku dan NTT, sedang dibahas pemerintah. Walau demikian, anggota DPR RI, Johnny G. Plate menilai pembagian PI untuk Maluku dan NTT sangatlah wajar.

Baginya, sebuah keniscayaan PI gas Masela dibagi kepada Maluku dan NTT dan tidak boleh dirubah lagi. Sangatlah wajar jika Maluku dan NTT berbagai PI sebesar 10 persen PI yang diberikan dalam investasi tambang tersebut. “Kita dukung dua provinsi itu berbagi PI. Maluku lima persen dan NTT lima persen,” paparnya, saat ditemui di ruang kerjanya, di Senayan, Kamis (10/3) pekan lalu, usai melakukan Raker dengan Menteri Keuangan.

Johnny G. Plate

Johnny G. Plate

Politisi senayan dari dapil NTT I itu mengemukakan, PI lima persen untuk kedua provinsi itu sangat adil, agar kedua daerah itu, bisa menghimpun dana untuk pembangunan daerah. “NTT dan Maluku sama-sama butuh pembangunan dan mengejar ketertinggalan yang ada. Jadi PI dibagi dua itu sangatlah bagus,” ungkapnya.

Dikatakan, sebagai wakil rakyat dari Provinsi NTT, dirinya siap memperjuangkan pembagian PI gas Masela, ke pemerintah pusat, walau sinyal dari pemerintah pusat akan ada pembagian PI kepada NTT dan Maluku. “Kita akan dukung dan perjuangkan ke pemerintah pusat,” bilang politisi Nasdem itu.

Anggota Komisi XI, DPR RI yang membidangi Keuangan dan BUMN itu menambahkan, sangatlah adil jika pemerintah membagi PI untuk kedua provinsi. Dia berharap Pemerintah Provinsi NTT juga pro aktif memperjuangkan PI Blok Masela yang akan digarap tahun 2018 mendatang.
Untuk pengelolaan Blok Masela paparnya, kelihatannya pemerintah memutuskan pengelolaan secara offshore atau ditengah laut. Pasalnya, offshore diperhitungkan lebih murah biayanya dibanding onshore baik di pulau sekitar Maluku maupun NTT.

Baca Juga :   Dinas PKPO Malaka Minta Setiap Sekolah Berprestasi

Nanti imbuhnya, baru akan dilihat perusahaan petrokimia-nya, apakah di Maluku atau di NTT.
Menurutnya, lebih baik di NTT, khususnya Timor Barat, karena lebih dekat dan sarana transportasinya memadai baik laut udara maupun darat. Jaraknya juga lebih dekat dibanding dengan Ambon atau pulau-pulau di Maluku. Dari Makassar pun ke Kupang relatif lebih dekat.

“Atambua atau Kupang menjadi pilihan terbaik penempatan pabrik petrokimia atau chemical petrokimia tahap pertama, jika gas dialirkan melalui pipa bawa laut atau kapal-kapal pengangkut energy. Karena dekat dan transportasi lancar, pengangkutan logistik atau logistic change aman dan biaya bisa ditekan. Tidak saja itu, komunikasi antara jawa dan NTT lebih dekat,” papar pengusaha sukses itu.

Pada kesempatan itu, lagi-lagi dia meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk pro aktif melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat serta legislator di DPR. Jika berhasil, akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat NTT. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top