RAGAM

Diduga Oknum Teko Pada Bidang Data Dinas PKPO Malaka Jadikan Sekolah dan Guru Lahan Garapan

BETUN, Kilastimor.com-Pengelola data pada Dinas PKOP Malaka tahun 2014/2015 diduga kuat menjadikan data lahan garapan yang luar biasa. Oknum petugas yang berstatus sebagai tenaga kontrak, mengelola data aplikasi dapodik, sertifikasi guru, non sertifikasi guru, dan menjadikan lahan primadona dan motor penggerak yang tidak tersentuh.
Untuk urusan data, walau hanya status teko, tetapi semua urusan dibawah komando sang teko. Kabid Data, Kepala Seksi Data pada Dinas PKPO ditengarai hanya jadi boneka yang tak berdaya karena takut. Semua telah menjadi rahasia umum sekolah dan para guru.

Logo Dapodik

Logo Dapodik

Menurut hasil investigasi media ini beberapa hari ini, dan berdasarkan keterangan sumber kuat yang sangat dipercaya yang minta namanya tidak dimediakan kepada wartawan, Senin (15/3) mengatakan, aplikasi Dapodik menjadi lahan pencarian petugas data. Setiap dapodik diinstal ulang, setiap sekolah harus membiayai petugas dinas sehingga tiap sekolah bisa mendapatkan nomor registrasi dari petugas yang bersangkutan. Padahal, aplikasi tersebut mutlak menjadi tanggung jawab orang dinas/bagian data. Rata-rata sekolah di Kabupaten Malaka setiap melakukan instal ulang harus ada biaya minimal Rp 250.000/sekolah.
“Jadi oknum harus diganti. Guru-guru dan kepala sekolah tidak berdaya menghadapinya karena semua data dibidang data Dinas PKPO masih dikuasai petugas yang masih berstatus teko itu,” kata sumber media ini.

Selain itu, sertifikasi nama-nama penerima diatur termasuk dana non sertifikasi. Untuk sertifikasi, nama-nama yang sudah terdaftar tetap menerima hanya harus interen dengan petugas data. Lebih parah, tunjangan non sertifikasi karena semua penerima harus diseleksi terutama bersama orang yang bisa diajak bangun komunikasi. “Pada saat pengusulan dana non sertifikasi beberapa waktu lalu, masih tertahan karena masih ada tarik menarik kepentingan karena masih dilelang kepada para guru.

Menurut sumber yang terpercaya itu kepada wartawan mengatakan, kalau mau bongkar masalah itu, Pemerintah Kabupaten Malaka bisa melakukan investigasi yang mendalam, terhadap sekolah atau guru yang sudah dimangsa. “Kami minta Pemkab Malaka segera menindaklanjuti temuan ini,” pungkasnya. (boni).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top