EKONOMI

Hasil Musrenbangkab Sebagai Acuan Pembangunan Belu Menuju Masyarakat Sejahtera

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay meminta agar hasil dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) Belu tahun 2016 menjadi acuan setiap program dalam pembangunan di wilayah Kabupaten Belu.
“Ini terkait dengan pembangunan Belu kedepan dan harapannya masyarakat harus lebih makmur,” ujar dia kepada media usai menutup acara musrenbangkab 2016 di aula Kantor Bappeda Belu, Rabu (30/03).

Musrenbang Kabupaten Belu.

Musrenbang Kabupaten Belu.

Menurut Lay, musrenbang baik dari tingkat desa, kelurahan bahkan kecamatan menjadi suatu wadah penyusunan perencanaan suatu program dan kegiatan kedepan. Sebab yang masyarakat usulkan tersebut, demi kehidupan mereka yang lebih baik lagi kedepan. “Ini harus jadi acuan pembangunan dan masyarakat harus merasakan usulan mereka itu,” tegas Lay.

Dituturkan, beberapa usulan sudah tercover sesuai dengan visi misi kampanye paket Sahabat. “Mungkin masih ada satu dua program yang belum tercover tapi dalam perjalanan akan kita masukan,” ucap dia.

Untuk diketahui dalam musrembangkab 2016 tersebut menghasilkan beberapa usulan prioritas yang disepakati diantaranya berdasarkan rincian untuk bidang fisik prasarana sebanyak 52 usulan, pada bidang ekonomi sebanyak 39 usulan, dan bidang sosial budaya sebanyak 42 usulan.

Ketua Panitia Musrembangkab melalui sekertaris Bappeda Belu, Jony Martins mengatakan musrembang tingkat Kabupaten Belu ya‎ng dilaksanakan menghasilkan 2.057 usulan yang terdiri dari usulan tingkat desa/kelurahan sebanyak 373 sementara usulan tingkat kecamatan sebanyak 120 usulan.

Usulan yang dibayai dari APBD II terdiri dari bidang ekonomi sebanyak 273 dengan jumlah dana Rp79.808.936.700, bidang fisik prasarana sebanyak 191 dengan jumlah dana Rp183.251.555.618, bidang sosial budaya sebanyak 1.075 dengan jumlah dana Rp170.707.700.422 dengan total usulan 1.539 sedangkan total dana Rp433.768.192.740. “Usulan yang dibiayai APBN sebanyak 16 dengan jumlah dana Rp1.887.300.018.080, yang dibiayai APBD 1 sebanyak 9 dengan jumlah dana Rp162.516.500.000,” papar dia.

Sementara yang dibiayai APBD II sebanyak 1.536 dengan jumlah dana Rp433.768.192.740 dan total usulan yang dibiayai APBN, APBD I, dan APBD II mencapai 1.564 dengan total dana Rp2.483.584.710.820. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top