RAGAM

Kasih Bapa Membayar Lunas Dosa Kita

KUPANG, Kilastimor.com-Jemaat Rayon 1 Jemaat GMIT Sion Oepura, tepatnya di jalan salak Oepura, Sabtu (26/3) malam lalu, menggelar kebaktian Malam Paskah
Pada ibadah malam paskah ini, yang bertemakan Antara Kau, Aku dan Salib Kristus, yang terambil dalam Roma 6:1-14 dipimpin Pendeta Maya Lay.

Pawai Obor Rayon 1 Jemaat GMIT Sion Oepura pada malam Sabtu (26/3), tepatnya di Jalan Salak Oepura.

Pawai Obor Rayon 1 Jemaat GMIT Sion Oepura pada malam Sabtu (26/3), tepatnya di Jalan Salak Oepura.

Dalam siraman rohaninya, Maya menyampaikan tiga hal penting tentang salib. Hal yang pertama menurut Maya, Salib menyatakan tentang kesetiaan, dimana menurut Maya, kesetiaan Yesus hingga mengorbankan nyawa-Nya bagi umat manusia sangat luar biasa, karena diluar apa yang pernah dilakukan oleh manusia, terutama dalam hal pengorbanan.
Hal yang kedua menurut Maya yakni tentang penderitaan Kristus, dimana penderitaan yang tidak pernah dialami oleh manusia, bahkan belum pernah dialami siapapun, namun demi menebus dosa manusia, Tuhan Yesus mau menjalani penderitaan.
Hal yang terakhir menurut Maya adalah tentang pengorbanan, dimana pengorbanan dengan harga yang sangat mahal dan tidak dapat dibayar dengan apapun dan oleh siapapun. Bahkan menurutnya, dengan seluruh uang yang ada di dunia ini, pengorbanan itu tidak dapat dibayar, karena begitu mahalnya.
“Dengan demikian, tema rayon 1, bahwa paskah adalah Kasih Bapa yang membayar lunas dosa kita sangatlah tepat”, ungkap Maya.

Ketua Panitia Perayaan Paskah Rayon 1, Engel Hamel, kepada kilastimor.com menjelaskan bahwa, perayaan paskah tahun ini sangat unik. Dimana tahun ini diwarnai dengan berbagai kegiatan. Engel menyebutkan beberapa kegiatan yang digelar antara lain Kebersihan lingkungan rayon tepatnya di sepanjang jalan salak ke lingkungan masing-masing. Kemudian lomba menghias salib, yang merupakan kegiatan umum jemaat Sion Oepura, tetapi hal inj dianggap sebagai bagian dari perayaan rayon 1.

Baca Juga :   Satgas Pamtas RI-RDTL Gagalkan Penyelundupan Sepeda Motor ke Timor Leste

Puncak dari perayaan Paskah, menurut Engel, malam perayaan paskah dan pawai obor pada pukul 1 pagi yang mengelilingi semua rayon Jemaat Sion Oepura.
Seperti yang disaksikan kilastimor.com, perayaan paskah ini dimulai pukul 19.00 wita. Ibadah ini diawali dengan lomba kidung rohani solo antar anak sekolah minggu di rayon 1.

Edy Foeh, Ketua RT. 16 menyebutkan bahwa, paskah merupakan momen untuk hidup damai. Sebagai ketua lingkungan, dirinya berharap bahwa hidup damai yang dimaknai dengan paskah, menjadi tantangan karena harus berdamai dengan diri sendiri dan sesama.

Sementara Ketua Rayon 1, Yusuf Anarato, dalam sambutannya, mengatakan bahwa paskah berbicara juga untuk kebersamaan. Karena menurutnya, Tuhan Yesus tidak saja mati dan bangkit untuk satu orang, tetapi untuk seluruh umat manusia. Sehingga, menurut Yusuf, rayon 1 harus maknainya dengan kebersamaan. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top