RAGAM

KemenPUPR Bangun 282 Unit Rumah Tahan Gempa di Belu. Lay: Awas Jangan Sampai Gagal

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun 282 unit rumah di Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-RDTL.
Ketiga desa yang mendapat bantuan 282 rumah tersebut diantaranya, Desa Fatuketi, Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak dan Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur.
Hal itu disampikan Lilik, pejabat dari Dirjen perencanaan pembangunan rumah khusus Kementerian PU dan PR kepada media usai bertemu Bupati Belu, Kamis (03/03/2016).

Lilik

Lilik

Menurut Lilik, terkait pembangunan tersebut pihaknya telah menindaklanjuti bersama instansi terkait dan telah melakukan pembebasan lahan pada bulan Desember 2015 lalu.
“Kita baru bisa bebaskan lahan seluas 4 hektare di Desa Fatuketi dan Dualaus. Saat ini kita akan bebaskan lagi lahan di Desa Silawan dan sebagian Fatuketi yang belum tuntas,” ujar dia.

Menurut Lilik, rumah bantuan sebanyak 282 unit untuk tiga Desa di perbatasan Belu dan Timor Leste type 45 dengan teknologi risah. Untuk pembangunan rumah tahap 1 lahanya seluas 4,42 hektare di Desa Fatuketi dan Dualaus.

“Realisasi tahap pertama ganti rugi sudah kita lakukan yakni permternya Rp 15.000. Memang awalnya dalam proposal yang diajukan Pemda permeter Rp 20.000, tapi melalui negosiasi akhirnya turun jadi Rp 15.000,” terang Lilik.

Lanjut Lirik, ditargetkan pembangunan 282 unit rumah di tiga desa tersebut dapat dilaksanakan dalam bulan Maret ini. Sementara untuk tahap keduanya sedang dalam proses, sebab masih koordinasi dengan BPN terkait proses pembebasan lahan.

“Target kita 282 unit rumah itu dibangun dalam Bulan Maret ini. Sementara proyeknya ditender di pusat,” ucap dia.

Dikatakan, rumah bantuannya tahan gempa. Pembangunan rumah di tiga desa akan dilakukan serentak dan direncanakan akan diresmikan pada bulan Oktober tahun 2016 bersama-sama dengan peresmian PLBN Mota’ain.

“Tadi kami bertemu dengan Bupati untuk meminta petunjuk dari Pemkab terkait pembangunan 282 unit rumah itu dan Bupati minta juga relokasi lahan untuk warga baru yang ada di Kodim dan Polres. Bupati sudah berjanji untuk carikan lahan dan kami sangat dukung dengan perencanaan Bupati,” tutur Lirik.

Bupati Belu, Willybrodus Lay mengungkapkan, terkait pembebasan lahan jika ada hambatan silakan komunikasikan dengan Pemkab. Bupati juga menyarankan soal konstruksi bangunan untuk menggunakan konstruksi yang sudah lazim di Belu.

“Kalau SDM dari Jawa pasti bisa, tapi kalau SDM di Belu sini agak susah. Saya tidak mau kalau konstruksinya bermalasalah atau lambat,” kata Lay. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top