EKONOMI

Medah: Kita akan Distribusikan 50 Juta Anakan Ubi Ungu ke Seluruh NTT

ATAMBUA, Kilastimor.com-Anggota DPD RI, I.A. Medah berjanji akan mendistribusikan sebanyak 50 juta anakan ubi ungu bagi masyarakat Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPD RI, I.A. Medah saat melakukan reses di Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-RDTL, Kamis (31/03/2016).

IA. Medah

IA. Medah

Menurut Medah, untuk jangka panjang kedepan perlu didistribusikan anakan ubi ungu, guna menjawab kebutuhan masyarakat, apalagi dengan kondisi wilayah NTT yang saat ini mengalami gagal tanam, gagal panen dikarenakan curah hujan yang kurang.

“Reses ini spesial untuk lihat kabupaten yang gagal tanam, gagal panen sehingga diprediksi rawan pangan dan saya lihat NTT bakal masuk dalam kondisi kritis,” ujar dia.

Dituturkan, hari ini dirinya bersama anggota DPR RI, Charles Mesang dan Ferry Kase bersama Bupati Belu akan mengunjungi wilayah Desa Fatuketi untuk melihat penanaman bawang dampak dari tanaman warga yang gagal tanama.

“Kalau lahannya cocok untuk ditanam ubi, maka saya akan mengirim ubi ungunya tapi warga harus siapkan lubangnya duluan setelah itu baru dikirim,” ucap Medah.

Jelas Medah, keunggulan ubi ungu hanya membutuhkan air seminggu untuk disirami dan tanaman ubi tersebut terbukti berhasil di lakukan di beberapa daerah seperti Rote dan Semau. “Ubi ungu ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat karena kandungan gizinya cukup bagus,” terang dia.

Lanjut Medah, kunjungan hari ini dalam rangka reses dirinya ke wilayah Belu bersamaan dengan Pak Charles dan Pak Ferry Kase karena jadwal reses DPD dan DPR sama, dan ini cara yang bagus, karena ada hal-hal yang spesial merupakan kelebihan dari DPD dan DPR.

“DPD wakili Pemkab dan masyarakat sedangkan DPR wakili yang lebih luas. Kebetulan saya dari komite II membidangi ekonomi, sumber daya alam dan mineral, sehingga klop dengan Pak Charles dari komisi yang bidangi kesehatan dan Pak Ferry bidang pendidikan,” kata dia.

“Kemarin saya ikuti musembangkab, ada aspirasi kita sudah catat untuk di followup. Saya minta Bupati supaya dibuatkan apa yang jadi harapan mereka dibuat proposal sehingga kita dekatkan dengan Kementerian terkait sehingga terfollow up,” tambah Medah. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top